Nadal dan Djokovic Bersaing dengan Generasi Baru
Sabtu, 27 Jul 2024, 06:58 WIBPARIS - Rafael Nadal akan mengucapkan selamat tinggal kepada Olimpiade di lapangan tanah liat Roland Garros, tempat momen-momen terbesarnya terjadi. Sedangkan Novak Djokovic berusaha mencegah berakhirnya generasi emas mereka.
Nadal memenangkan 14 dari 22 gelar Grand Slam-nya di Paris. Namun, dalam usia 38, waktu semakin mendesak bagi petenis Spanyol yang bulan lalu mengalami kekalahan paling awal di Prancis Open. Dihantam cedera, mantan petenis nomor satu dunia, Nadal, peringkatnya merosot ke-161. Akibatnya, dia tidak diunggulkan di Olimpiade. Dia bisa saja bertemu unggulan teratas Djokovic di putaran kedua, yang akan menjadi pertemuan ke-60 mereka.
"Roland Garros tempat paling istimewa di dunia tenis bagi saya," ujar Nadal. Dia memenangkan emas tunggal Olimpiade Beijing 2008 dan emas ganda dengan Marc Lopez di Rio delapan tahun kemudian. Djokovic memimpin atas Nadal 30-29 dalam head-to-head.
Namun, Nadal memenangkan delapan dari 10 pertemuan di Roland Garros. Nadal memenangkan pertandingan terakhir melawan Djokovic di perempat final 2022. Kemenangan itu membantu mendorong Nadal meraih gelar Grand Slam ke-22. Itu juga yang terbaru dari 92 trofi tunggal karirnya. Nadal memulai langkahnya di Olimpiade Paris melawan Marton Fucsovics yang berada di peringkat 83 asal Hungaria.
Djokovic biasanya kesulitan di Olimpiade. Dia hanya punya satu medali perunggu dari Beijing 2008 yang menjadi bukti usahanya. Dia tiba di Paris dengan rasa kecewa karena kalah straight-set dari Carlos Alcaraz di final Wimbledon. Dia juga gagal memenangkan gelar Grand Slam ke-25 untuk mencetak rekor.
Tanpa gelar sejak ATP Finals tahun lalu, Djokovic mengalami tahun ini yang buruk menurut standar dirinya. Jannik Sinner, yang absen di Olimpiade karena cedera, menggantikannya sebagai juara Australia Open. Dia akhirnya menjadi nomor satu dunia. Alcaraz, yang masih berusia 21 tahun, merebut gelar Prancis Open.
Djokovic, yang memulai langkanya di Olimpiade melawan Matthew Ebden yang tidak berperingkat asal Australia. Dia setidaknya bisa percaya diri dengan rekornya di Prancis Open dengan tiga gelar tahun 2016, 2021, dan 2023.
Dengan Roger Federer sudah pensiun, Nadal berada di penghujung karirnya dan Andy Murray pensiun setelah Olimpiade. Djokovic menemukan dirinya menghadapi generasi baru yang dipimpin oleh Alcaraz dan Sinner.
Menambah tekanan bagi petenis asal Serbia itu, jika gagal mempertahankan gelar US Open bulan September. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam 22 tahun tidak ada dari "Big Four" yang berhasil memenangkan gelar Grand Slam.
Alcaraz, yang sudah memiliki empat gelar Grand Slam, memulai langkah di Olimpiade Paris 2024 melawan Hady Habib yang berada di peringkat 275 asal Lebanon. Alcaraz dan Nadal bekerja sama di nomor ganda untuk pertama kalinya.
Mereka bisa saja bertemu Murray di babak selanjutnya. Murray, yang memenangkan emas Olimpiade 2012 dan 2016, tidak akan bermain nomor tunggal di Paris, turnamen terakhirnya sebelum pensiun.
Petenis berusia 37 tahun yang merupakan mantan nomor satu dunia dan pemenang tiga gelar Grand Slam itu menuturkan, kehabisan waktu dalam usahanya untuk fit di nomor tunggal. Dia menjalani operasi untuk mengangkat kista punggungnya. Dia akan bermain di nomor ganda berpasangan dengan Dan Evans.
Juara bertahan Olimpiade Alexander Zverev, yang menempati unggulan ketiga, menghadapi Jaume Munar dari Spanyol. Unggulan keempat asal Rusia Daniil Medvedev, bermain di Paris. Dia berstatus netral setelah invasi Moskow ke Ukraina untuk bertemu Rinky Hijikata asal Australia.
Swiatek Diunggulkan
Petenis nomor satu dunia wanita Iga Swiatek, kembali ke tempat memenangkan gelar Prancis Open keempatnya bulan lalu. Dia mengawali langkah melawan Irina-Camelia Begu dari Rumania. Petenis asal Polandia berusia 23 tahun yang tersingkir di babak kedua Olimpiade Tokyo, favorit untuk meraih emas.
Juara US Open Coco Gauff, yang melewatkan Tokyo karena Covid, menghadapi Ajla Tomljanovic dari Australia. Seperti Murray, mantan nomor satu dunia Angelique Kerber dari Jerman juga akan pensiun setelah Olimpiade.
Petenis berusia 36 tahun itu meraih medali perak di nomor tunggal Olimpiade Rio 2016. Apakah kali ini mampu meraih yang sama atau malah lebih? ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.