Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Tim Indonesia Meraih Satu Emas Dan Tiga Perunggu pada IMO ke-65

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Tim Indonesia Meraih Satu Emas Dan Tiga Perunggu pada IMO ke-65 Doc: ANTARA/HO-BKHM Kemendikbudristek
Ket. Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek menyampaikan Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih satu emas, tiga perunggu dan dua Honorable Mention dalam ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-65.

Jakarta - Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek menyampaikan Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih satu medali emas, tiga perunggu dan dua "Honorable Mention" dalam ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-65.

Dalam rilis yang disiarkan oleh Kemendikbudristek di Jakarta, Jumat, diterangkan bahwa tim Indonesia berhasil memperoleh prestasi gemilang tersebut setelah bersaing dengan 609 siswa dari 109 negara di IMOyang berlangsung 11 -22 Juli 2024 di Bath, Britania Raya.

"Kabar baik datang dari adik-adik yang mengikuti International Mathematical Olympiad. Selamat atas raihan prestasi yang dipersembahkan untuk Indonesia," kata Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono.

Satu medali emas diraih oleh Kevin Adi Senjaya dari SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong. Tiga medali perunggu masing-masing direbut oleh Frederico Samuel Halim (SMA Kristen 1 BPK Penabur Bandung), Ben Robinson (SMA Kristen Petra 1 Surabaya), dan Raymond Christopher Tanto (SMAS Kristen Kalam Kudus Sukoharjo).

Kemudian, dua "Honorable Mention" diperoleh Maulana Satya Adigama (SMA Taruna Nusantara Magelang), dan Timothy William Koesasih (SMA Kristen Petra 2 Surabaya).

Adapun Tim Olimpiade Matematika Indonesia didampingi Nanang Susyanto (leader) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Aleams Barra (deputy leader), dan Fajar Yuliawan dari FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB).

Koordinator Tim Pembina IMO Nanang Susyanto berharap agar nantinya para siswa tersebut dapat berkontribusi untuk Indonesia di masa depan.

"Saya berharap kepada adik-adik nantinya dapat meneruskan karier menjadi ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan ekonom masa depan yang akan berkontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan teknologi Indonesia," ujarnya.

Sebagai informasi, para peserta ditantang untuk menyelesaikan enam soal matematika dalam dua hari dengan masing-masing tiga soal per hari yang harus diselesaikan dalam waktu 4,5 jam selama kompetisi. Soal-soal tersebut mencakup empat bidang utama yaitu, aljabar, kombinatorika, geometri, dan teori bilangan.

IMO merupakan olimpiade sains tertua di dunia dan mulai diselenggarakan tahun 1959 di Rumania. IMO pertama diikuti oleh tujuh negara Eropa Timur. Indonesia pertama kali mengikuti IMO pada tahun 1988 di Canberra, Australia. Pada tahun ini IMOke-65 diselenggarakan pada 11 - 22 Juli 2024 di Bath, Britania Raya, tepatnya di University of Bath.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.