Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi Pasar Tanah Abang Jangan Rugikan Orang

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revitalisasi Pasar Tanah Abang Jangan Rugikan Orang Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis (25/7).

JAKARTA - Revitalisasi Blog G Tanah Abang, Jakarta Pusat, diharapkan tidak merugikan orang lain. "Semoga revitaliasi berlangsung kondusif dan tidak merugikan pihak lain selama proses berjalan," jelas Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, Kamis (25/7).

Dia mengaku hanya bisa mendukung. Sebab urusan teknis menjadi wewenang Pasar Jaya. Dhany hanya ingin meyakinkan bahwa revitalisasi berjalan lancar tanpa ada orang yang dirugikan.

Dhany menyebut agar kondusif Pemerintah Kota Jakarta Pusat langsung melakukan pendekatan terhadap pedagang, Perumda Pasar Jaya selaku pelaksana, dan warga sekitar. Selain itu, Dhany mengaku sudah melakukan rapat untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan revitalisasi dan desain Blok G Tanah Abang nantinya.

"Memang sudah menjadi tugas wali kota untuk meyakinkan bahwa revitalisasi berjalan kondusif. Rapat-rapat sudah dilakukan. Kita sekarang sedang mendengarkan keluhan. Kalau semua pihak sudah memahami, yakinlah itu tidak akan timbul masalah," ujar Dhany.

Sebelumnya, Direktur utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menuturkan telah menyelesaikan desain untuk revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Desain sudah jadi. Sedangkan perizinan tengah dalam proses pengurusan. Mudah-mudahan revitalisasi bisa dijalankan mulai tahun ini," harap Agus beberapa waktu lalu.

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa, Blok G Pasar Tanah Abang ini dapat terkoneksi dengan salah satu transportasi umum kereta api seperti KRL, MRT, atau LRT. Adapun revitalisasi tersebut bertujuan menghidupkan kembali Pasar Tanah Abang Blok G seperti pusat perbelanjaan Sarinah Thamrin yang mampu meningkatkan jumlah pengunjung, setelah direnovas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.