Gunung Binaiya Siapkan Simaksi Online bagi pendaki
Rabu, 24 Jul 2024, 16:05 WIBAmbon -- Balai Taman Nasional (TN) Manusela siap meluncurkan aplikasi surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) melalui sistem daring dalam rangka mempermudah pendaki atau pengunjung di Kawasan Konservasi Gunung Binaiya Maluku Tengah.
"Aplikasi Simaksi daring 2024 sedang diproses pembuatan dan sekarang dalam proses penyempurnaan, direncanakan diterapkan pada September 2024 dan sudah dapat digunakan," kata Kepala Balai TN Manusela Abdul Azis Bakry, di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan, sistem ini dirancang untuk memungkinkan pendaki mengajukan izin secara online tanpa harus datang langsung ke kantor TN Manusela. Penggunaan aplikasi Simaksi ini diharapkan dapat mengurangi waktu dalam proses pengajuan izin pendakian.
Dengan cara ini, pendaki dapat lebih efisien dalam mempersiapkan perjalanan mereka ke Taman Nasional Manusela.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung dan melindungi kelestarian alam sekitar. Simaksi adalah langkah nyata kami untuk memadukan teknologi dengan pelestarian alam," ujarnya.
Dengan adanya Simaksi, diharapkan akan terjadi peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pendaki dengan mempromosikan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam menjaga kelestarian alam Taman Nasional Manusela.
Tarif masuk Kawasan Balai Taman Nasional Manusela, untuk pendakian, WNI dikenakan tarif Rp5.000 per orang untuk sehari. Sementara WNA Rp150 ribu per orang.
Sementara untuk penelitian, kurang dari satu bulan bagi WNI Rp100 ribu dan WNA Rp5 juta. Jika satu sampai enam bulan, WNI Rp150 ribu dan WNA Rp10 juta.
Balai TN Manusela mencatat total masyarakat yang berkegiatan di Kawasan Konservasi Gunung Binaiya pada Januari hingga Juni 2024 sebanyak 250 orang, dengan nominal anggaran Simaksi sebesar Rp23,7 juta.
Sementara pada 2023, total pendaki sebanyak 455 orang, dengan total anggaran Simaksi sebesar Rp63,5 juta.
"Semoga dengan adanya sistem daring pengurusan Simaksi, ke depannya pengunjung semakin meningkat, agar berdampak positif juga bagi masyarakat sekitar Gunung Binaiya," ucap Azis.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Pendaki Asal Swiss Dilaporkan Terjatuh di Gunung Rinjani
-
Update Keamanan Papua Tengah: Satgas Damai Cartenz Pastikan Idul Fitri 1447 H Berjalan Kondusif
-
Nanti Malam Ada Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Dishub DKI Siapkan Rute Alternatif Menuju Lokasi
-
Salju Ganggu Perjalanan di Prancis, Inggris, dan Belanda
-
Ribuan Pelari Bakal Meriahkan “Kemala Run 2026”
-
Guru PAUD Menjadi Kunci Peletak Dasar Karakter
-
Elang Guntur pendaki yang hilang di Gunung Cikuray berhasil selamat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.