Rumah Pangan B2SA Sarana Edukasi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dari Makan Kenyang Jadi Makan Sehat

Kamis, 18 Jul 2024, 19:40 WIB

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) tekankan pemahaman pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) guna meningkatkan kesadaran masyarakat dari makan hanya kenyang menjadi makan sehat. Salah satu program yang digencarkan NFA yakni melalui Rumah Pangan B2SA.

"Kita berharap Rumah Pangan B2SA ini sebagai sarana sosialsiasi, edukasi dan implementasi ke masyarakat untuk mengubah mindset ke arah yang lebih baik dengan menerapkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman sehari-hari dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat," ujar Kepala NFA Arief Prasetyo Adi pada Kamis (18/7/2024) di Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Badan Pangan Nasional/National Food Agency (N

"Jadi makan itu bukan hanya kenyang, tapi harus sehat. Kami (NFA) mengajak seluruh masyarakat untuk memahami konsep konsumsi pangan B2SA, merubah mindset dasar makan tadinya hanya kenyang menjadi makan harus sehat," tambahnya.

Langkah konkret tersebut terlihat pada saat Tim Kerja Program Rumah Pangan B2SA dari Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA melakukan monitoring Rumah Pangan B2SA sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi Pola Konsumsi Pangan B2SA di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Rabu (17/7/2024).

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA Rinna Syawal mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sumber pangan tersebut, dapat memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang mudah ditemui di lingkungan sekitar sehingga memenuhi unsur beragam, bergizi seimbang, dan aman atau B2SA. Selain itu, tentunya sumber pangan tersebut juga terjangkau bagi masyarakat dan mudah diolah menjadi makanan yang enak dan sehat.

"Bapak/Ibu sekalian, B2SA itu tidak mahal. Kita bisa memanfaatkan sumber pangan yang ada di sekitar pekarangan rumah. Jangan mencari yang susah untuk didapat. Dan juga, misi kita makan bergizi, jadi dapat dipahami semua kebutuhan gizi dalam setiap menu dapat memenuhi standar B2SA, bukan hanya kenyang, tapi harus sehat," ungkap Rinna.

Rinna menambahkan, pada tahun 2024, Badan Pangan Nasional mengembangkan Rumah Pangan B2SA di 175 titik lokasi desa prioritas yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indinesia.

Adapun berdasarkan hasil pengukuran skor Pola Pangan Harapan (PPH), jumlah konsumsi padi-padian tahun 2023 sebesar 1192kkal/kap /hari atau sebesar 56,7 persen dari total AKE 2100 kkal/kap/hari. Jumlah tersebut jauh lebih melampaui dari target ideal yang ditetapkan yaitu 1050kkal/kap/hari. Hal ini menandakan konsumsi sumber karbohidrat masyarakat Indonesia masih melampaui batas ideal karena masih belum mencapai prinsip B2SA yang ideal.

Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah menu B2SA, dalam kegiatan Rumah Pangan B2SA juga dilaksanakan demo olahan pangan lokal dengan menggandeng seperti kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan beberapa stakeholder lainnya.

Dengan adanya Program Rumah Pangan B2SA dengan komponen kegiatan sosialisasi dan edukasi dan demo memasak olahan pangan lokal ini, harapannya masyarakat dapat mengaplikasikan pola konsumsi pangan B2SA di Rumah Pangan dan di rumah masing-masing dalam menyajikan menu makan harian.

(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.