Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Swasta Terdampak PPDB Harus Berpacu Tingkatkan Mutu

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Swasta Terdampak PPDB Harus Berpacu Tingkatkan Mutu Doc: Antara/Devi Nindy
Ket. Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar meninjau kreasi siswa pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di SMKN 4 Kota Serang, Banten, Senin (15/7/2024).

Serang - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabarmengatakan sekolah swasta yang terdampak dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi harus berpacu dalam mutu.

"Jadi silakan untuk berpacu dalam mutu, karena para orang tua akan berhitung tentang mutu pendidikan dan itu menjadi pilihan," ujar Al Muktabar di Serang, Senin.

Al Muktabar mengatakan tidak ada masalah dari sistem PPDB zonasi yang berdampak ke sekolah swasta.

Sebab pemerintah daerah sudah menetapkan bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas), bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), serta honorarium pada gurunya.

Menurutnya, bersekolah di swasta merupakan pilihan masyarakat dan pada dasarnya tidak ada paksaan untuk bersekolah di milik negeri atau swasta.

"Ada swasta yang mahal sekali biayanya peminatnya juga luar biasa banyak karena para siswa dan orang tua mengedepankan tentang mutu pendidikan mutu proses belajarnya," ujar Al Muktabar.

"Sekali lagi ingin saya ulang, ini adalah pilihan masyarakat. Jangan di dikotomikan, jadi silakan masyarakat memilih," ujar dia.

Al Muktabar mengatakan tugas pemerintah daerah dalam hal ini memberikan sarana prasarana agar pendidikan semakin baik untuk mempersiapkan bonus demografi, demi mencapai visi Indonesia emas 2045.

Di sisi lain, imbas PPDB jalur zonasi menyebabkan penyusutan jumlah siswa baru yang masuk di sekolah swasta, seperti halnya di SMK PGRI 1 Kota Serang.

Wakil Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Saepudin mengatakan tiap tahunnya penerimaan di sekolahnya terus menurun selama lima tahun terakhir.

"Siswanya terus menurun, sekarang saja kurang dari 100 siswa baru, yang harusnya satu rombel (rombongan belajar) tiap jurusan 36 siswa, ini hanya enam siswa, dua belas siswa tiap masing-masing jurusan.

Menurut Saepudin, selain siswa, guru yang sudah mengajar puluhan tahun berhenti, akibat kurangnya siswa.

Hanya beberapa orang guru yang bertahan sambil menjalankan aktivitas pembelajaran agar terus bertahan, di tengah sekolah swasta lainnya yang mengambil langkah untuk tutup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.