Gus Hilmy Dorong Muslimat NU sebagai Organisasi Perempuan Profesional

Senin, 15 Jul 2024, 09:48 WIB

YOGYAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menyatakan di hadapan pengurus Muslimat NU se-D.I. Yogyakarta untuk secara tegas menerapkan konsep governing the NU. Menurutnya, kebesaran NU tidak bisa lagi dikelola secara tradisional, melainkan harus dengan cara-cara yang profesional sebagaimana sebuah negara.

"Artinya, kita sudah harus meninggalkan mindset NU sebagai paguyuban, yang urusannya personal-kekeluargaan, tapi mari kita siapkan NU sebagai organisasi patembayan, karena NU yang sudah kadung berbadan besar dan harus dikelola secara baik dan profesional. Mengelola NU seperti sebuah pemerintahan yang berstruktur dan memiliki badan-badan," pesan anggota Komite I DPD RI tersebut dalam sambutannya pada acara Forum Komunikasi Muslimat NU DIY di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi D.I. Yogyakarta, Minggu (14/7).

Ket. Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. pada acara Forum Komunikasi Muslimat NU DIY di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi D.I. Yogyakarta, Minggu (14/7). — Sumber: istimewa

Dengan pengelolaan yang profesional, pria yang akrab Gus Hilmy itu berharap Muslimat bisa menjadi wadah bagi kemandirian perempuan sekaligus dapat menunjukkan perannya tidak hanya dalam keluarga dan lingkungannya, melainkan juga secara nasional.

"Saya juga berharap agar Muslimat terus bisa menjadi organisasi wadah perempuan NU agar bisa mandiri dan berprestasi dalam keluarga, di samping juga menjadi ruang perempuan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan yang tidak hanya dibatasi oleh stigma urusan kasur, dapur, dan sumur," ujar Gus Hilmy.

Lebih lanjut, Gus Hilmy menekankan bahwa era hari ini adalah sinergi dan kolaborasi dengan musyawarah sebagai landasannya. Menurutnya, penting bagi Muslimat untuk menerapkan prinsip tersebut, baik internal maupun eksternal.

"Jadikan musyawarah sebagai landasan untuk seluruh program yang akan dijalankan sehingga mendapatkan dukungan dan kebersamaan penuh dari seluruh pengurus. Di samping sinergi internal Muslimat NU, perlu juga dilakukan kolaborasi dengan berbagai banom NU lain, seperti Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, juga organisasi-organisasi sepaham, dan tentu saja pemerintahan," kata Gus Hilmy.

PBNU sendiri, menurut Gus Hilmy sudah mendorong partisipasi perempuan di tingkat yang lebih luas. Di antaranya dengan melibatkan unsur perempuan dalam susunan kepengurusan PBNU.

"Dari sinilah kita bangga melihat perempuan-perempuan Muslimat bisa ikut masuk menyemarakkan kepengurusan PBNU. Ada Ibu Khofifah Indar Parawansa, Ibu Alissa Wahid, Ibu Yenni Wahid, Ibu Ny. Hj. Ida Fathimah, Ibu Ny. Hj. Nafisah Ali Maksum, dan yang lain-lain. Mengapa? Karena mereka adalah contoh-contoh perempuan yang telah selesai dengan dirinya, dengan keluarga, dan mampu menjadi inspirasi bagi warga bangsanya," puji salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Oleh sebab itu, Gus Hilmy berharap forum pagi itu dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi organisasi Muslimat NU DIY.

Sementara itu, ketua PW Muslimat NU DIY, Hj. Fatma Amalia, M.Si, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya sedang menuju ke arah profesional. Oleh sebab itu, tema "Penguatan Organisasi Menuju Muslimat NU yang Mantap dan Berperadaban" diangkat.

"Mantap berarti mandiri, toleransi, amanah, produktif. Sementara berperadaban, karena term ini menjadi jargon NU secara keseluruhan. Tagline ini sekaligus menjadi harapan Muslimat NU terhadap organisasi ke depan," kata dosen Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PW Muslimat NU DIY Ny. Hj. Choirotun Chisaan, M.Hum, Ny. Hj. Ida Fathimah Zainal, Ny. Hj. Luthfiyah Dewi Malik, S.Ag, Ketua PC Muslimat NU Gunungkidul Ny. Hj. Badi'ah, S.Pd.I, Ketua PC Muslimat NU Sleman Dra Hj Dwi Nurhayatinah, Ketua PC Muslimat NU Bantul drg. Hj. Siti Roikhana Munawaroh, M.PH, Ketua PC Muslimat NU Kota Yogyakarta Hj. Ifah Rofiqoh, SE, M.Si, AK, CA, Ketua PC Muslimat NU Kulon Progo Imma Fatayati.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.