WMO: Debu di Udara Berkurang pada Tahun 2023

Sabtu, 13 Jul 2024, 00:02 WIB

JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia atauWorld Meteorological Organisation (WMO) dalam sebuah laporanJumat (12/7), mengtaakan, jumlah debu di udara sedikit berkurang pada tahun 2023, tapi memperingatkan pengelolaan lingkungan yang buruk memicu badai pasir dan debu.

Dikutip dariThe Straits Times, badan cuaca dan iklim PBB menyerukan kewaspadaan yang lebih besar dalam menghadapi perubahan iklim, karena permukaan tanah yang lebih kering menyebabkan lebih banyak debu yang terbawa angin.

Ket. Foto: Debu dapat terbawa angin hingga jarak yang jauh. — Sumber: istimewa

"Setiap tahun, sekitar 2.000 juta ton debu memasuki atmosfer, menggelapkan langit dan merusak kualitas udara di wilayah yang jaraknya ribuan kilometer, serta memengaruhi ekonomi, ekosistem, cuaca, dan iklim," kata WMO.

"Konsentrasi debu permukaan pada tahun 2023 sedikit lebih rendah rata-rata dibandingkan tahun 2022, karena berkurangnya emisi debu dari wilayah-wilayah termasuk Afrika Utara, Jazirah Arab, Dataran Tinggi Iran, India utara, Australia tengah, dan Tiongkok barat laut," lanjutnya.

Namun, konsentrasi rata-rata lebih tinggi di Asia Tengah bagian barat, Tiongkok bagian utara dan tengah, serta Mongolia selatan.

"Badai debu paling parah tahun ini melanda Mongolia pada Maret 2023, yang memengaruhi lebih dari empat juta kilometer persegi, termasuk beberapa provinsi di Tiongkok," kata WMO dalam Buletin Debu Udara tahunannya.

"Hal ini menyebabkan penurunan kualitas udara yang dramatis, dengan konsentrasi PM10 (partikel dengan diameter kurang dari 10 mikrometer) di beberapa wilayah melebihi 9.000 mg per meter kubik."

"Badai ini mengurangi jarak pandang hingga kurang dari 500 meter di beberapa wilayah Beijing dan mengakibatkan gangguan signifikan pada transportasi dan kehidupan sehari-hari, sehingga menyoroti perlunya sistem peringatan yang efektif," tuturnya.

Konsentrasi debu permukaan mencapai puncaknya di beberapa wilayah Chad, dengan rata-rata 800 hingga 1.100 mikrogram per meter kubik.

Debu dapat terbawa angin dalam jarak yang jauh. Meskipun sebagian besar merupakan fenomena alam, aktivitas manusia juga menyebabkan badai debu.

"Kita perlu waspada dalam menghadapi degradasi lingkungan yang terus berlanjut dan perubahan iklim saat ini dan di masa mendatang," kata kepala WMO, Celeste Saulo.

"Bukti ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas manusia berdampak pada badai pasir dan debu. Misalnya, suhu yang lebih tinggi, kekeringan, dan penguapan yang lebih tinggi menyebabkan kelembaban tanah yang lebih rendah."

"Ditambah dengan buruknya pengelolaan lahan, hal ini menyebabkan lebih banyak badai pasir dan debu," ujarnya.

WMO mengatakan, ada beberapa hal positif terkait debu yang diangkut melalui lautan.

Ia mengutip sebuah studi baru yang menyimpulkan bahwa endapan debu Sahara di Atlantik memengaruhi ikan cakalang dengan menyediakan zat besi, fosfor, dan unsur-unsur yang mendukung pertumbuhan fitoplankton.

Badan tersebut juga mengatakan akurasi pemantauan dan perkiraan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui sistem yang pertama kali ditetapkan pada tahun 2007.

Tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Internasional Penanggulangan Badai Pasir dan Debu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.