Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Lonjakan Penduduk Miskin

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 08:58 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Lonjakan Penduduk Miskin Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Rencana pemerintah membatasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar dikhawatirkan bakal menambah penduduk miskin. Tak hanya penduduk miskin, kelompok menengah menjadi pihak paling rentan terkena dampak.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menegaskan rencana ini bakal menurunkan daya beli masyarakat. "Dampak kenaikan BBM tidak hanya untuk lapisan masyarakat bawah, tetapi menengah juga," ungkapnya kepada Koran Jakarta, Kamis (11/7).

Esther melihat rencana tersebut tak sekadar untuk membuat distribusi subsidi lebih tepat sasaran, melainkan juga terkait beban anggaran sehingga membuat ruang fiskal makin sempit.

"Kebergantungan impor membuat ruang fiskal semakin mengecil. Kondisi ini ditambah dengan utang yang kenaikannya tak terkendali ditambah kondisi global karena konflik geopolitik mengakibatkan suplai minyak terbatas dan harga minyak dunia meningkat," jelas Esther.

Fenomena ini, terang dia, diperkuat oleh ekonomi Amerika Serikat (AS) yang meningkat mengakibatkan dollar AS menguat dan membuat depresiasi pada nilai tukar rupiah.

Akibatnya, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menghemat anggaran belanja seperti belanja subsidi BBM. Dampaknya biaya transportasi naik kemudian mendorong kenaikan harga secara umum atau inflasi. "Jika inflasi naik maka daya beli melemah, belum lagi kondisi rencana tarif pajak pertambahan nilai (PPN) naik di tahun depan," ujarnya.

Karena itu, menurut Esther, pemerintah sebaiknya mengurangi belanja rutin karena porsinya makin besar dan bahkan lebih besar daripada pengeluaran untuk pembangunan.

Kemudian, alokasikan belanja pembangunan atau belanja modal untuk program yang bisa menggerakkan penerimaan negara, misalnya subsidi ekspor dan perbaikan infrastruktur sektor pertanian.

"Bangun hub-hub antardestinasi wisata untuk memperluas akses wisatawan asing dan domestik ke daerah wisata dan sebagainya," ucapnya.

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan mengecilnya ruang fiskal sebagai dampak dari kebergantungan impor termasuk pangan (beras) yang angkanya naik gila-gilaan beberapa waktu lalu.

"Jika BBM subsidi dibatasi berarti siap-siap harga pangan naik karena biaya angkut yang alami kenaikan. Ini memberi masalah baru lagi ke daya beli masyarakat," tukas Awan.

Lakukan Pembatasan

Seperti diketahui, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melalui Instagram pribadinya mengungkapkan pemerintah bakal menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi pada 17 Agustus 2024. Hal ini dilakukan agar peruntukan BBM bersubsidi lebih tetap sasaran.

"Pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya. Pertamina saat ini sedang menyiapkannya, kita berharap pada 17 Agustus ini sudah bisa mulai," tulis Luhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.