Kemenperin Fokus Dorong RI Jadi Bagian dari Rantai Pasok Global

Jumat, 12 Jul 2024, 16:51 WIB

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong agar RI menjadi bagian dari rantai pasok global. UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan bahwa dalam rangka pengembangan industri, dilakukan kerja sama internasional di bidang industri yang salah satunya ditujukan untuk meningkatkan integrasi industri dalam negeri ke dalam jaringan rantai suplai global.

Ket. Foto: Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin, Syahroni Ahmad (kedua dari kiri) dalam press briefing di Jakarta, Jumat (12/7). — Sumber: Istimewa.

"Melalui pemanfaatan jaringan rantai suplai global, diharapkan akan meningkatkan produktivitas industri," ucap Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin, Syahroni Ahmad dalam press briefing di Jakarta, Jumat (12/7).

Syahroni memaparkan, sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, integrasi ditempuh melalui pengembangan jejaring kerja dengan negara dan mitra internasional industri.

Salah satu kerja sama yang dilakukan untuk memperluas akses ke pasar internasional dan integrasi ke jejaring rantai suplai adalah dengan CBI Belanda melalui Program Pengembangan Daya Saing Ekspor Produk Industri Sektor Natural Ingredients (2019-2024).

"Program ini ruang lingkupnya berupa pelatihan dan pendampingan ekspor yang mencakup tiga subsektor, yakni ekstrak rumput laut, ekstrak tumbuhan, dan minyak atsiri dengan aplikasi pada produk makanan, suplemen makanan, serta kosmetika,"ujarnya

Kesiapan Industri Dalam Negeri untuk bergabung dalam rantai suplai global juga terangnya tidak lepas dari dukungan Sumber Daya Industri (SDI) yang ada. "Melalui kerja sama internasional dengan negara atau lembaga mitra (misalnya Jepang dan Korea), kami mendorong peningkatan kualitas SDI dan akses terhadap penguasaan SDI yang berkualitas," paparnya.

Beberapa aspek dalam SDI yang menjadi obyek kerja sama seperti pengembangan SDM di bidang teknologi-dengan KITECH (Korea Institute of Industrial Technoloy) dan KPIC (Korea National Ppuri Industry Center) dan machine and method (machine tools-dengan KIAT (Korea Institute for Advancement of Technology), mold & dies-JETRO (Japan External Trade Organization))

Keterlibatan industri dalam negeri pada rantai suplai global juga didorong melalui masuknya investasi asing. Investasi asing berperan dalam proses percepatan penguasaan teknologi (melalui transfer of knowledge), peningkatan kemampuan SDM, perluasan kesempatan kerja, peningkatan nilai tambah dan kapasitas produksi, hingga perbaikan efisiensi yang nantinya berdampak positif terhadap peningkatan daya saing industri.

"Masuknya investasi asing di bidang teknologi dan inovasi juga akan mendorong keterlibatan industri nasional pada rantai suplai global dalam aspek medium high-tech," tegas Syahroni.

Dalam upaya menarik investasi asing lanjutnya, pemerintah menjajaki kerja sama internasional di bidang industri serta mendorong ekspor sehingga industri dalam negeri mampu terhubung dengan rantai suplai global.

"Kami juga melakukan promosi internasional melalui partisipasi pada pameran di luar negeri, seperti Hannover Messe (pameran teknologi industri), Farnborough International Airshow (pameran komponen dirgantara), dan SIAL Paris (pameran makanan minuman)," sebutnya.

Keikutsertaan pada pameran Hannover Messe 2023, di mana Indonesia menjadi Partner Country, berhasil menarik investasi asing.

"Beberapa di antaranya seperti Hans Dinslage GmbH (produsen alat kesehatan asal Jerman, mendirikan pabrik di Kendal), Block Solutions (pengembang teknologi daur ulang asal Finlandia, mendirikan pabrik blok daur ulang plastik di Lombok), serta peningkatan akses sumber daya industri seperti Uplink Network GmbH (kerja sama dalam transformasi digital/ industry 4.0)," urainya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.