Strain Flu Burung pada Sapi di AS Dapat Menyebar Lewat Udara

Rabu, 10 Jul 2024, 00:00 WIB

LONDON - Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature, pada hari Senin (7/7), menemukan strain flu burung yang ditemukan pada sapi di Amerika Serikat (AS) tidak mudah menular melalui udara di antara musang. Namun ilmuwan yang memimpin studi tersebut mengatakan, strain itu telah menunjukkan beberapa kemampuan untuk menyebar lewat udara.

Musang dianggap sebagai mamalia kecil terbaik untuk mempelajari infeksi dan penularan virus influenza, dan sering digunakan untuk menginformasikan penilaian risiko kesehatan masyarakat dari virus yang baru muncul.

Ket. Foto: Flu Burung — Sumber: ISTIMEWA

Dikutip dari The Straits Times, dalam percobaan yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Wisconsin- Madison, musang yang terinfeksi sampel strain flu burung H5N1 ditempatkan di dekat hewan yang sehat, tetapi tidak cukup dekat untuk melakukan kontak fisik.

Tak satu pun dari keempat musang sehat yang terpapar dengan cara ini menjadi sakit dan tidak ada virus yang ditemukan dari mereka selama penelitian. Namun, salah satu musang menghasilkan antibodi terhadap virus itu, yang kemudian ditemukan oleh para peneliti, yang menunjukkan virus itu telah terinfeksi.

"Merupakan kabar baik bahwa virus tersebut tidak memiliki daya tular yang luas antar musang melalui udara, tetapi mengkhawatirkan bahwa virus itu memiliki kemampuan untuk menular (dengan cara ini)," kata penulis studi dan ahli virus flu, Yoshihiro Kawaoka.

Ancaman Pandemi

Virus yang dapat menyebar dengan mudah melalui udara antar manusia akan menimbulkan ancaman pandemi yang lebih besar daripada H5N1 saat ini.

Risiko tersebut dinilai oleh badan kesehatan masyarakat di seluruh dunia sebagai rendah, karena tidak ada bukti adanya penularan dari manusia ke manusia.

Empat kasus pada manusia, semuanya pekerja peternakan sapi perah, telah dilaporkan di AS sejak flu burung dikonfirmasi pada sapi perah pada bulan Maret. Keempat orang tersebut telah pulih.

Penelitian tersebut menunjukkan virus flu burung pada sapi dapat mengikat reseptor tipe manusia dalam kondisi laboratorium. Reseptor ini adalah cara virus flu biasanya masuk dan menginfeksi sel manusia di dunia nyata.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.