Jejak Pengolahan Tumbuhan

Rabu, 10 Jul 2024, 06:25 WIB

Dalam sejarahnya manusia mengalami evolusi termasuk dalam mengkonsumsi makanan. Menurut Briana Pobiner, seorang paleoantropolog di Museum Sejarah Alam Nasional Smithsonian, yang mempelajari evolusi konsumsi daging pada manusia, baru setelah dua juta tahun lalu hominin mulai memasukkan hewan buruan besar ke dalam makanan mereka secara lebih rutin.

Situs Kanjera Selatan di Kenya barat daya, yang mencatat aktivitas hominin dari sekitar dua juta tahun lalu, merupakan salah satu situs paling awal yang menyimpan bukti tentang apa yang oleh para peneliti disebut sebagai karnivora persisten.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ CESAR MANSO

Di sana, anggota awal Homo mengangkut batu-batu pilihan dari jarak sejauh 10 kilometer untuk membuat perkakas batu mereka. Mereka menggunakan alat-alat ini untuk mengambil daging dan sumsum dari berbagai mamalia yang hidup di padang rumput di sekitarnya seperti dari antelop kecil hingga rusa liar.

Para hominin di Kanjera kembali ke tempat ini berulang kali untuk menyembelih hewan, tetapi pola karnivora mereka yang terus-menerus tidak tersebar luas di tempat lain. Pola ini juga tidak diikuti oleh peningkatan konsumsi daging yang stabil dari waktu ke waktu, seperti yang diharapkan dalam skenario umpan balik.

W Andrew Barr, paleoantropolog dari Universitas George Washington dan rekan-rekannya, termasuk Briana Pobiner, seorang paleoantropolog di Museum Sejarah Alam Nasional Smithsonian, telah menganalisis bukti konsumsi daging hominin dalam catatan zooarkeologi Afrika timur antara 2,6 juta dan 1,2 juta tahun yang lalu.

Meskipun bukti konsumsi daging meningkat tidak lama setelah dua juta tahun yang lalu dengan munculnya Homo erectus, hominin pertama yang mencapai proporsi tubuh modern, penelitian tersebut menemukan bahwa pola ini merupakan hasil dari bias pengambilan sampel.

Barr menyebut para peneliti hanya mengumpulkan lebih banyak bahan arkeologi dari periode waktu ini daripada dari interval sebelumnya. Temuan mereka, Barr, Pobiner, dan rekan penulis mereka menyimpulkan, tidak mendukung hipotesis bahwa daging menjadikan primata menjadi manusia.

"Ketika saya memikirkan tentang perubahan pola makan dari waktu ke waktu, saya tidak berpikir perubahannya bersifat linier," kata Pobiner.

Dalam banyak hal, perubahan tersebut lebih mengarah pada perluasan pola makan daripada beralih dari vegetarian menjadi pemakan daging, jelasnya. "Manusia adalah omnivora," kata Pobiner. "Kita selalu menjadi omnivore," imbuh dia.

Bahkan di Kanjera, dengan akumulasi tulang-tulang yang disembelih secara mengesankan, namun daging bukanlah satu-satunya makanan yang tersedia. Analisis pada ujung tajam dari sampel peralatan batu dari situs tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan menunjukkan pola keausan.

Adanya keausan itu menurut para peneliti tersebut merupakan ciri khas peralatan yang telah digunakan dalam percobaan untuk memotong tanaman herba dan organ penyimpanan bawah tanahnya umbi, umbi, akar, dan rimpang yang dihasilkan tanaman untuk menyimpan karbohidrat.

Sebagian kecil menunjukkan tanda-tanda pemrosesan jaringan hewan. Meskipun evolusi makan daging menjadi fokus penelitiannya, Pobiner mengatakan, "Itu tidak berarti bahwa saya pikir itu pernah menjadi komponen terpenting dari pola makan manusia purba," kata dia.

Mungkin saja manusia purba lebih memilih lemak daripada daging ketika mereka pertama kali mulai menyembelih hewan. Jessica Thompson dari Universitas Yale dan rekan-rekannya berpendapat bahwa sebelum hominin menemukan peralatan batu yang cocok untuk berburu hewan besar, mereka mungkin telah menggunakan peralatan yang lebih sederhana untuk mengais bangkai yang terlantar untuk mendapatkan sumsum dan otak mereka yang bergizi. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.