Angka Stunting di Lebak di bawah 14 persen Pada 2024

Rabu, 10 Jul 2024, 16:50 WIB

RANGKASBITUNG - Realisasi angka pravalensi stunting atau kekerdilan yang dialami anak bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Lebak tahun 2024 terealisasi 4,07 persen dari jumlah balita 109.498 anak atau di bawah 14 persen.

"Kita patut mengapresiasi karena mampu mengatasi stunting dibawah target 14 persen sesuai harapan Presiden Jokowi Widodo," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Rabu.

Ket. Foto: Relawan Tim Pendamping Keluarga (TPK) melakukan pengukuran tubuh dan tangan balita untuk mengetahui pravalensi stunting di Kabupaten Lebak. — Sumber: ANTARA/Mansur

Berdasarkan hasil intervensi serentak pada Juni 2024 terhadap balita di Kabupaten Lebak sebanyak 109.498 orang terealisasi sekitar 4,07 persen atau 4.452 balita teridentifikasi stunting, sedangkan akhir tahun 2023 sekitar 4,8 persen.

Data stunting 4,07 persen 2024 di daerah itu sudah diinput ke aplikasi elektronik -Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Dengan demikian, data stunting itu tentu cukup valid karena berdasarkan "by name by adres" sesuai nama dan alamatnya.

Pelaksanaan intervensi itu dipusatkan di posyandu masing-masing secara kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), stokholder, perusahaan swasta, BUMN dan berbagai elemen masyarakat.

Dimana intervensi itu diantaranya penimbangan dan pengukuran balita juga pemeriksaan kesehatan ibu hami

Dalam intervensi itu jika diketahui balita stunting maka dilakukan penguatan intervensi yang lebih baik agar mereka terbebas dari tengkes.

Begitu juga jika ibu hamil mengalami kekurangan energi kronik (KEK) maka dilakukan pemberian tambah tablet darah (TTD) agar tidak melahirkan kasus stunting baru.

"Kami terus mengoptimalkan kolaborasi untuk mengatasi stunting, sehingga dapat melahirkan generasi Emas 2045," kata Tuti.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lebak Wahyu Hidayat mengatakan pemerintah daerah komitmen untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem serta inflasi guna mewujudkan masyarakat sejahtera.

Bahkan, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran untuk penanganan stunting Rp148 miliar dan kemiskinan ekstrem sekitar Rp500 miliar.

Selama ini, anggaran untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lebak terjadi kekurangan, sehingga dibantu oleh dana alokasi khusus (DAK) juga adanya CSR dari perusahaan swasta maupun BUMN, dan TNI, Polri, Kejaksaan serta Pengadilan dengan program Bapak

Asuh.Selama ini, program stunting dan kemiskinan berjalan baik di 18 OPD secara gotong royong, seperti Dinas Perkim tahun ini mengalokasikan pembangunan RTLH 150 rumah.

Saat ini, kata dia, jumlah balita yang positif stunting tahun 2024 sebanyak 4.452 anak dan kemiskinan ekstrem 1, 79 persen dari sebelumnya pada tahun 2022, berada pada angka 2,17 persen.

Pemerintah Kabupaten Lebak mampu mengendalikan inflasi pada Januari 2024 dari 4,14 persen menurun pada Mei menjadi 2,1 persen.

Dari 2,1 persen itu kembali menurun pada Juni 2024 menjadi 1,37 persen.

"Kita bersyukur nilai inflasi di Lebak berhasil dikendalikan di bawah nasional 2,51 persen juga di bawah provinsi 2,49 persen," kata Wahyu.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.