• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Teknologi 'AI' Buka Prospe...

Teknologi 'AI' Buka Prospek Baru bagi Perawatan Lansia di Tiongkok

Selasa, 02 Jul 2024, 16:41 WIB

BEIJING - Wang Yunbo, seorang warga Beijing berusia 65 tahun, dengan sepenuh hati menerapkan gaya hidup "pintar".

"Saat saya menyalakan TV di rumah, daftar saluran favorit saya yang dipersonalisasi muncul di layar. Gelang pintar di pergelangan tangan saya menampilkan tingkat tekanan darah dan detak jantung harian saya, mengingatkan saya untuk minum obat. Saat saya naik bus, ponsel saya otomatis mengidentifikasi lokasi saya, dan kode pembayaran muncul," tutur Wang dengan puas.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Xinhua

Bagi Wang dan hampir 300 juta penduduk Tiongkok berusia 60 tahun ke atas, yang sebagian besar tidak memiliki seseorang yang dapat selalu menemani dan kesulitan menggunakan perangkat elektronik, teknologi artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) semakin diintegrasikan untuk menyederhanakan dan memperkaya kehidupan mereka pada era digital.

Angka resmi menunjukkan bahwa per akhir 2023, lebih dari 490.000 perusahaan Tiongkok, baik milik negara maupun swasta, terlibat dalam bisnis perawatan lanjut usia (lansia), dengan fokus utama pada sektor kesehatan pintar, pariwisata yang berpusat pada kesehatan, pembiayaan, dan sektor antipenuaan.

Seorang peneliti di Akademi Penelitian Makroekonomi di bawah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok, Wang Haotian, mencatat bahwa teknologi dan model bisnis baru telah muncul dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi permintaan konsumsi masyarakat lansia yang lebih personal, terdiversifikasi, dan fokus pada kualitas.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional, Tiongkok diperkirakan memiliki lebih dari 400 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas pada 2033 mendatang, dan jumlahnya mendekati 500 juta pada 2050 mendatang, atau mencakup hampir 35 persen dari total populasi.

Sekitar 90 persen dari populasi itu tinggal di rumah, 7 persen bergantung kepada dukungan masyarakat, dan sisanya bergantung kepada institusi komersial untuk perawatan sehari-hari. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan para lansia yang tinggal di rumah menjadi prioritas.

Peneliti di Pusat Penelitian Pembangunan di bawah Dewan Negara, Feng Wenmeng, mengatakan teknologi pintar dan digital baru telah menciptakan produk yang lebih terspesialisasi, aman, dan nyaman bagi para lansia. Teknologi tersebut termasuk perangkat yang memantau kondisi kesehatan, sepatu dengan sistem penentuan posisi, dan pakaian dengan sensor internal serta kantung udara yang bisa mengembang saat mendeteksi jatuh sehingga meredam benturan dan mengurangi risiko cedera.

Seorang warga Shanghai bermarga Liu yang berusia 70-an tahun bahkan telah menjalin ikatan dengan robot "pengasuhnya". Dia mengobrol dengan robot tersebut setiap hari dan mengandalkan bantuannya untuk pekerjaan rumah tangga dan saran kesehatan.

"Saya hampir tidak bisa hidup tanpanya sekarang," kata Liu.

Namun, menurut para ahli, perusahaan-perusahaan Tiongkok saat ini menerapkan teknologi AI mayoritas hanya pada layanan dasar perawatan lansia, belum secara efektif memenuhi beragam kebutuhan seperti layanan medis jarak jauh sehingga menyisakan ruang yang signifikan untuk pengembangan lebih lanjut.

Tahun lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, bersama dengan 16 departemen pemerintah lainnya, merilis rencana kerja untuk lebih lanjut mengintegrasikan robot ke dalam berbagai skenario perawatan lansia guna meningkatkan tingkat kecerdasan layanan-layanan itu.

Para ahli memperkirakan adanya integrasi teknologi AI yang lebih mendalam pada tahun-tahun mendatang, khususnya pada produk rumah tangga pintar, perangkat wearable, dan robot, dengan penggunaan 5G, big data (mahadata), komputasi awan, dan teknik canggih lainnya untuk mencapai akurasi dan interaksi yang lebih tinggi antara manusia dan robot.

Bank of Shanghai, lembaga pembayaran pensiun terbesar di kota tersebut, bermitra dengan SenseTime, perusahaan perangkat lunak AI terkemuka, untuk mengembangkan karyawan AI yang dapat berinteraksi dengan cara yang sangat mirip dengan manusia yang menawarkan layanan suara di aplikasi selulernya.

Inisiatif itu menindaklanjuti masukan bahwa banyak pengguna mobile banking yang masih harus mengunjungi cabang karena kendala teknis. Dengan layanan itu, seorang pengguna bermarga Xu yang berusia 82 tahun dapat mengetahui saldo rekening pensiunannya di ponselnya dengan mengikuti arahan suara dari karyawan AI.

International Telecommunication Union baru-baru ini memilih kasus ini di antara 40 kasus pada gelombang pertama "AI for Good" di seluruh dunia. SenseTime berencana untuk mengoptimalkan lebih lanjut karyawan AI itu dengan meningkatkan respons emosional mereka dan menyesuaikan gambar mereka agar lebih kompatibel dengan model ponsel yang berbeda-beda.

Namun, seiring dengan pertumbuhan pesat industri perawatan lansia dengan meningkatnya penggunaan AI, sejumlah kekhawatiran pun muncul. Beberapa lansia menganggap produk AI terlalu mahal dan terkadang tidak dapat diandalkan, sementara keluarga mereka khawatir tentang pelanggaran privasi dan risiko penipuan yang menyasar kelompok rentan.

Peneliti di Pusat Informasi Negara, Hu Zuquan, menyarankan agar Tiongkok dapat belajar dari pengalaman negara-negara seperti Belanda, Jepang, dan Inggris, dalam mengembangkan ekonomi lansia dengan bantuan AI.

Perwakilan Dana Kependudukan PBB (United Nations Population Fund) untuk Tiongkok Justine Coulson mengungkapkan harapan bahwa eksplorasi Tiongkok pada ekonomi lansia dalam satu dekade mendatang akan menjadi contoh berharga bagi negara-negara berkembang lainnya. Ant/Xinhua/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.