Portugal vs Slovenia: Unggul Segalanya, Ronaldo Cs Tetap Waspadai Slovenia

Senin, 01 Jul 2024, 13:47 WIB

FRANKFURT - Dalam banyak hal, termasuk peringkat FIFA dan kinerja selama fase grup, Portugal seharusnya menjadi pemenang laga melawan Slovenia di Frankfurt Arena, Selasa (2/7) dini hari pukul 02.00 WIB.

Walau tumbang 0-2 di tangan Georgia dalam pertandingan terakhir, Portugal yang berperingkat 6 tetap sangat kuat karena kekalahan dari Georgia lebih karena taktik Roberto Martinez guna menghadapi 16 besar dengan pemain-pemain bugar.

Ket. Foto: Ilustrasi laga Portugal kontra Slovenia. — Sumber: antarafoto

Kekalahan atas Georgia bukan gambaran seutuhnya kekuatan Selecao yang masuk ruang 16 besar dengan status juara grup.

Hal itu mesti diwaspadai betul oleh "Reprezentanca", julukan timnas Slovenia, yang berperingkat 57, seri dalam tiga pertandingan grup dan lolos sebagai salah satu dari empat tim berperingkat tiga terbaik.

Jika tiga laga terdahulu menjadi ukuran untuk skala kekuatan tim asuhan Roberto Martinez dengan tim asuhan Matjaz Kek, maka Portugal satu kelas di atas Slovenia.

Jika Slovenia melancarkan total 86 serangan yang menghasilkan 25 peluang yang 7 di antaranya tepat sasaran, maka Cristiano Ronaldo cs melancarkan 213 serangan yang memunculkan 54 peluang yang 16 peluang di antaranya tepat sasaran. Hasilnya, produktivitas gol Portugal lebih tinggi dari pada Slovenia, 5 gol, lawan 2 gol.

Portugal hampir pasti menjadi pihak yang paling menekan dalam pertandingan babak 16 besar Piala Eropa kesembilan bagi Portugal dan yang pertama bagi Slovenia itu.

Laga ini mungkin akan berjalan berat sebelah, terutama karena Portugal memasang kembali sembilan pemain inti yang diistirahatkan saat melawan Georgia.

Roberto Martinez tidak memasang kuartet pertahanan utama Nuno Mendes, Pepe, Ruben Dias dan Joao Cancelo, dalam laga terakhir fase grup yang sudah tak menentukan bagi Portugal itu. Dia juga tak menurunkan jenderal lapangan tengah Vitinha dan duet playmaker, Bruno Fernandes dan Bernardo Silva.

Pertahanan Kokoh

Namun Selecao patut tahu bahwa adalah Slovenia juga memasang formasi sama seperti diterapkan Georgia, padahal Bruno Fernandes dan kawan-kawan kerap kesulitan menghadapi tim yang bertahan total dan menunggu peluang melancarkan serangan balik.

Sewaktu menumbangkan Portugal, Georgia bermain dalam pertahanan super rapat dengan memasang tiga bek tengah yang sejajar dengan kedua bek sayapnya.

Pola bermain ini membuat pasukan Roberto Martinez mati gaya karena tak dapat mendapatkan ruang tembak yang baik ke gawang lawan.

Selecao sebenarnya sudah menghadapi tim semacam itu ketika berjumpa dengan Republik Ceko pada laga pertama mereka dalam Euro 2024.

Saat itu, Portugal dipaksa bekerja keras oleh Ceko yang juga menempatkan tiga bek tengah, untuk bangkit setelah tertinggal 0-1 guna berbalik menang 2-1 yang itu pun berkat sebuah gol bunuh diri Ceko dan sebuah gol yang tercipta dua menit setelah waktu normal 90 menit selesai.

Artinya, Portugal hampir saja tersandung di tangan Ceko. Ironisnya, Slovenia juga merupakan tim yang menekankan pertahanan kuat seperti Republik Ceko yang kerap membuat frustrasi tim-tim yang bermain ofensif seperti Portugal.

Lebih ironis lagi, Portugal sendiri menjadi korban gaya bertahan bertahan Slovenia pada 27 Maret 2024 dalam sebuah laga persahabatan.

Bertumpu pada pertahanan yang solid dan sabar menunggu momen serangan balik, Slovenia menggulingkan Portugal 2-0 untuk mengakhiri 12 laga tak terkalahkan Selecao sejak ditangani Martinez.

Padahal, waktu itu Portugal menguasai hampir 75 persen penguasaan bola. Tapi mereka tak tahu bagaimana cara menembus lima bek lawan yang akhirnya terjebak manakala Slovenia melancarkan serangan balik yang cepat, persis seperti dilakukan Georgia.

Slovenia tak akan ragu menerapkan lagi formula ini untuk menjegal Portugal meretas jalan menuju trofi Piala Eropa keduanya setelah edisi 2016.

Sayang, Portugal tak memiliki referensi lain untuk dijadikan bahan pelajaran cara menghadapi Slovenia karena kedua tim belum pernah bertemu kecuali laga persahabatan pada 27 Maret tersebut.

Portugal sedikit buta mengenai lawannya, meski tahu pasti lawannya itu akan bermain defensif dan hanya menunggu kesempatan melancarkan serangan balik. Dalam soal ini, pemain-pemain seperti Bruno Fernandes meminta Portugal mengambil pendekatan dan formula berbeda untuk menghadapi Slovenia itu.

Skuad inti

Dalam pertandingan sepenting ini, Roberto Martinez akan dikutuk seisi negeri Portugal jika menurunkan skuad sama seperti dikalahkan Georgia.

Lagi pula Martinez sengaja menurunkan tim lapis kedua kala melawan Georgia karena soal taktik, yakni mengistirahatkan pemain-pemain inti yang bukan saja dibuat lelah oleh dua pertandingan pertama Euro 2024 tapi juga oleh efek dari jadwal padat bersama klub-klubnya.

Martinez ingin menurunkan tim super bugar yang terdiri dari pemain-pemain hebat, kala menjalani babak gugur.

Untuk itu, semua pemain kunci termasuk Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Ruben Dias, Pepe, Vitinha dan Diogo Costa, akan serempak dipasang kembali sebagai starter dalam formasi 4-2-3-1. Rafael Leao yang terkena akumulasi kartu juga sudah bisa dimainkan lagi.

Ujung tombak Cristiano Ronaldo dan gelandang tengah Joa Palninha yang dipertahankan sebagai starter saat melawan Georgia, juga kembali masuk sebelas pemain pertama yang siap menghentikan Slovenia.

Slovenia sendiri akan mengandalkan Andraz Sporar dan Benjamin Sesko sebagai tombak serangan, walau belum menciptakan gol tapi menjadi sumber peluang tim Reprezentanca dan sekaligus faktor-faktor yang merepotkan lawan.

Mereka bermain dalam formasi 4-4-2 yang masih menjadi pilihan pelatih Matjaz Kek.

Dalam pola bermain seperti itu, Timi Max Elsnik dan Adam Gnezda Cerin kembali menjaga ruang mesin lini tengah Slovenia.

Tapi Kek tak bisa menurunkan bek kiri Erik Janza yang terkena akumulasi kartu. Jure Balkovec bisa menjadi alternatif untuk ketidakhadiran Janza. Dia akan berada di sisi sebaliknya yang ditempati bek kanan Zan Karnicnik.

Keduanya akan mengapit dua palang pintu, Jaka Bijol dan Vanja Drkusic, guna melindungi kiper kawakan Jan Oblak yang akan sibuk sekali menangkal serangan Portugal.

Pemenang pertandingan ini bertemu Prancis atau Belgia dalam perempat final.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.