Permintaan seragam sekolah di Banda Aceh mulai meningkat

Kamis, 27 Jun 2024, 21:48 WIB

Banda Aceh - Permintaan perlengkapan seragam sekolah di Kota Banda Aceh, Aceh, mulai meningkat menyambut tahun ajaran baru 2024/2025, baik ke penjahit pakaian maupun tempat penjualan baju.

"Ya, alhamdulillah ini sudah mulai ada banyak permintaan menjahit baju seragam sekolah," kata salah penjahit seragam sekolah Setia Tailor, Kampung Baru Banda Aceh, Rasam, di Banda Aceh, Kamis.

Rasam mengatakan, pascatsunami 2004 silam, usahanya sudah mendapatkan kepercayaan menjahit seragam sekolah mulai dari PAUD hingga SMA di Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan dari Kabupaten Nagan Raya.

Dia menyebutkan, rata-rata permintaan menjahit seragam sekolah ini fluktuatif, tergantung dari jumlah calon siswa yang mendaftar. Bisa saja tahun ini lebih banyak dari sebelumnya ataupun sebaliknya.

"Jadi sangat fluktuatif, setiap tahunnya tidak sama, tergantung dari jumlah siswa yang mendaftar," ujarnya.

Menurut dia, permintaan pembuatan seragam sekolah di tailornya saat ini mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya, yakni mencapai ratusan pemesanan dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Umumnya, jika dilihat secara keseluruhan setiap tahun ajaran baru, pemesanan untuk tingkat TK mencapai 500 setel, SD berkisar 600-700 setel, SMP sekitar 300, dan SMA 250 pasang.

"Perkiraan rata-rata per tahun setiap tahun ajaran baru sebanyak itu. Apalagi terkadang ada yang memesan dua hingga lima setel per orang," katanya pula.

Sedangkan untuk harganya, ujar Rasam, juga tergantung dari jenis kain dan model seragam. Tetapi, angka rata-ratanya paling murah tingkat Rp140 ribu per setel dan paling mahal Rp180 ribu untuk tingkat PAUD.

Kemudian, SMP bisa sampai Rp300 ribu per setel, dan SMA dapat mencapai harga Rp350 ribu per setel, juga tergantung kain dan model seragamnya.

Ia menuturkan, karena saat tahun ajaran baru permintaan meningkat, maka pihaknya sudah menyiasati waktu kerja untuk memenuhi permintaan seragam sekolah.

Ketika hari-hari biasa saat orderan sepi, mereka langsung menjahit awal seragam sekolah yang ukuran standar. Sehingga, ketika masuk tahun ajaran baru mereka sudah memiliki persiapan, dan bisa mengejar permintaan.

"Alhamdulillah cukup waktu, karena untuk ukuran standar langsung kami jahit di awal saat orderan lain kurang, sebagai persiapan. Apalagi memang kami 70 persennya menjahit seragam sekolah," ujarnya.

Meski demikian, kata dia lagi, terkadang mereka juga memiliki kendala ketika bahan atau kain yang tersedia kosong. Maka, harus menunda pekerjaan sementara sampai ada stok, atau kemudian memesannya ke wilayah Pulau Jawa.

"Kendala kami kalau ketersediaan bahan sempat kosong, harus menunda sampai barang ada. Tapi kalau mendesak harus berhubungan dengan Jawa, hanya saja kalau dari sana mahal di ongkos kirim," kata Rasam.

Pada sisi lain, penjual seragam sekolah Zara School di Pasar Aceh, Firman mengaku dagangan mereka sudah mulai diburu masyarakat, hanya saja belum mencapai puncaknya.

Dia mengatakan, dalam pekan ini toko mereka yang menjual seragam sekolah mulai dari TK hingga SMA itu sudah mulai dikunjungi seratusan pembeli per hari, dan meningkat dari bulan sebelumnya. Diperkirakan awal bulan Juli bakal lebih ramai.

"Sekarang sudah mulai meningkat dari hari biasanya, tetapi belum puncaknya. Mungkin nanti bulan Juli, karena waktu sudah dekat masuk sekolah. Memang setiap tahunnya seperti itu," kata Firman.

Ia menambahkan, mereka sudah mempersiapkan semua barang kebutuhan siswa baru khususnya seragam, topi hingga tas. Bahkan, logo-logo secara umum.

"Kami sudah siapkan semua untuk siswa di Banda Aceh dan Aceh Besar, dan kalau harganya berbeda-beda tergantung ukuran dan jenis kainnya. Berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu ke atas per setel," demikian Firman.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.