- Home
-
- Luar Negeri
-
- Apple Bahas Soal AI dengan...
Apple Bahas Soal AI dengan Rival Utamanya Meta
Senin, 24 Jun 2024, 10:06 WIBWASHINGTON - Apple sedang melakukan pembicaraaan dengan rival utamanya, Meta, mengenai pengintegrasian AI generatif milik perusahaan induk Facebook ke dalam produk-produknya, sebagai upaya mengejar ketertinggalan dalam bidang kecerdasan buatan, demikian laporan Wall Street Journal pada Minggu (23/6).
Laporan ini muncul setelahApplejuga mencapai kesepakatan dengan OpenAI, pencipta ChatGPT, untuk membantu melengkapirangkaian fitur AI baruApple Intelligence untuk produk-produk yang diidam-idamkan.
Selama berbulan-bulan, Applemendapat tekananuntuk meyakinkan orang-orang yang meragukan strategi AI-nya, setelah Microsoft dan Google meluncurkan produk secara berurutan.
Mereka telah mengembangkan kecerdasan buatannya sendiri yang lebih kecil, namun mereka akan beralih ke teknologi lain seperti OpenAI untuk meningkatkan penawaran internalnya.
Menurut Journal, yang mengutip sumber yang dekat dengan masalah tersebut, Meta telah mengadakan diskusi dengan Apple soal mengintegrasikan model AI generatifnya ke dalam Apple Intelligence.
Wakil presiden seniorApple bidang rekayasa perangkat lunak Craig Federighi mengatakan pada awal Juni bahwaApplejuga ingin mengintegrasikan kemampuan sistem AI generatif Google, Gemini, ke dalam perangkatnya.
Tantangan besar bagi Apple adalah bagaimana memasukkan AI bergaya ChatGPT ke dalam produknya tanpa melemahkan privasi dan keamanan pengguna, menurut para analis.
AppleIntelligence akan memungkinkan pengguna membuat emoji mereka sendiri berdasarkan deskripsi dalam bahasa sehari-hari, atau membuat ringkasan singkat email di kotak surat.
Apple mengatakan Siri, asisten suaranya, juga akan ditingkatkan dengan dilengkapi AI dan sekarang akan muncul sebagai lampu yang berkedip di tepi layar beranda Anda.
Diluncurkan lebih dari 12 tahun lalu, Siri telah lama dianggap sebagai fitur yang ketinggalan jaman, digantikan oleh asisten generasi baru, seperti GPT-4o, penawaran terbaru OpenAI.
Menurut Canalys, 16 persen ponsel cerdas yang dikirimkan tahun ini akan dilengkapi dengan fitur AI generatif, dan proporsi ini diperkirakan akan meningkat menjadi 54 persen pada tahun 2028.
Berita Terkait:
-
Indonesia Ukir Sejarah, Lolos ke Piala Dunia Esport FIFA 2026
-
Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla di Kaltim-Kaltara
-
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo karena Alasan Ini
-
Prabowo Dikabarkan Segera Kunjungi Lokasi Gempa NTT, Istana Beri Bocoran Ini
-
Jakarta Siapkan Dana Cadangan Daerah Rp5,6 Triliun
-
Antisipasi Banjir Hingga Kebakaran, DPRD DKI Usul Pembentukan Satgas Mitigasi Bencana
-
Bukan Sekadar Timbang Balita, Pemkab Bangka Tengah Perkuat Peran Kader Posyandu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.