DLH Kulon Progo Kembangkan Konservasi Air Berkelanjutan di 3 Kapanewon

Sabtu, 22 Jun 2024, 15:15 WIB

KULON PROGO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan program konservasi air yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat pada tiga kecamatan/kapanewon untuk menjaga kelestarian mata air.

Penyuluh Lingkungan Hidup pada Bidang Tata Lingkungan DLH Kulon Progo Anhar Isnawan di Kulon Progo, Sabtu (22/6), mengatakan tiga lokasi konservasi berkelanjutan yakni Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, dan Pengasih.

"DLH telah intensif dilakukan kegiatan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian mata air," kata Anhar.

Menurut dia, mata air adalah sumber daya alam yang sangat penting dan sensitif. Konservasi mata air sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air dan memiliki berbagai manfaat untuk masyarakat.

Upaya konservasi mata air dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memperhatikan kualitas air, mengembangkan program konservasi yang berkelanjutan, dan menggunakan teknologi modern.

"Dengan demikian kita dapat memastikan keberlanjutan sumber daya air dan menjaga kualitas hidup masyarakat," katanya.

Anhar mengatakan beberapa tahun terakhir konservasi mata air telah menjadi fokus utama dalam upaya memastikan keberlanjutan sumber daya air di berbagai wilayah.

Di Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, dan Pengasih, kata dia, masih banyak ditemukan sumber mata air yang dapat digunakan masyarakat bila terjadi kekurangan air saat musim kemarau.

"Oleh karena itu konservasi mata air harus dilakukan secara aktif dan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air," katanya.

Lebih lanjutAnhar mengatakan upaya konservasi mata air dapat dilakukan melalui berbagai cara. Pertama, masyarakat harus memperhatikan kualitas air dan menghindari pencemaran air. Kedua, pemerintah harus mengembangkan program konservasi yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi. Ketiga, teknologi modern dapat digunakan untuk memantau kualitas air dan mengurangi polusi.

"Contoh upaya konservasi mata air dapat dilihat dalam beberapa lokasi. Di Kabupaten Kulon Progo, misalnya, masyarakat telah melakukan kegiatan nyadran, tawu sendang, dan kerja bakti untuk membersihkan mata air," katanya.

Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi mengatakan secara umum diperkirakan potensi kekeringan masih di wilayah yang selama ini terjadi yaitu Kapanewon Samigaluh, Girimulyo, Kokap, Kalibawang, Panjatan, dan Pengasih.

Ia mengatakan penanganan kekeringan tidak hanya bisa dilakukan oleh BPBD. Di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Dinas Pekerjaan Umum ada program penambahan jaringan air bersih/pamsimas. Kemudian di DLHjuga ada kegiatan penanaman pohon untuk menjaga keberlangsungan mata air.

Ia berharap kegiatan itu dilakukan secara simultan dan berkesinambungan, sehingga dapat mengurangi persoalan kekurangan air bersih di wilayah Kulon Progo.

"Saat ini Program Pamsimas sudah dipasang hingga pelosok dan penghijauan juga dilakukan secara masif. Harapannya dapat mengantisipasi dampak kekeringan di Kulon Progo," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.