Pemerintah Australia Lirik Bahan Bakar Nabati untuk Kurangi Emisi

Rabu, 19 Jun 2024, 19:11 WIB

JAKARTA - Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan bahan bakar nabati alternatif sebagai cara untuk mengurangi emisi dari industri transportasi.

Laman Drive, Senin (17/6), melaporkan bahwa minggu ini, pemerintah Australia mengumumkan mereka sedang menyelidiki cara-cara untuk meningkatkan produksi dan penggunaan bahan bakar nabati, yang juga dikenal sebagai bahan bakar cair rendah karbon (LCLF), dalam armada kendaraan berat, serta sektor penerbangan, kereta api, dan maritim.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Fanny Octavianus

Meskipun LCLF dapat diproduksi dari limbah padat kota dan tanaman pertanian, selama beberapa dekade para penghobi telah membuat biodiesel di rumah dengan menggunakan limbah minyak nabati untuk menyalakan kendaraan diesel yang lebih tua.

Menurut mereka, bahan bakar nabati canggih, seperti bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan diesel terbarukan, kompatibel dengan infrastruktur bahan bakar yang ada dan dapat menurunkan output karbon mesin, sekaligus mengurangi ketergantungan negara pada bahan bakar sulingan dari minyak mentah yang sebagian besar impor, sehingga meningkatkan ketahanan bahan bakar Australia.

"Negara kami saat ini mengekspor kanola dan lemak babi dalam jumlah yang signifikan setiap tahunnya, yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar nabati di Eropa," ujar Menteri Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Daerah, dan Pemerintah Daerah, Catherine King.

King menyebut Australia menekankan masa depan negara dengan berkomitmen untuk memproduksi bahan bakar tersebut secara lokal.

"Industri bahan bakar cair rendah karbon Australia akan memanfaatkan sumber daya yang ada, menciptakan lapangan kerja baru di wilayah kami, dan memberikan solusi penurunan bahan bakar yang dibutuhkan sektor transportasi kami untuk membantu mereka dalam perjalanan dekarbonisasi," kata dia.

Dalam anggaran terbaru, pemerintah Australia mengumumkan dana sebesar 302,4 miliar rupiah selama empat tahun untuk mengembangkan skema sertifikasi untuk LCLF, sebagai upaya untuk memastikan kualitas dan konsistensi bahan bakar nabati ini, dan memastikan keandalannya di semua mesin.

"Bahan bakar cair mencapai sekitar setengah dari penggunaan energi nasional akhir kita, dan sangat penting di sektor-sektor yang sulit untuk dialiri listrik seperti penerbangan, perkapalan, dan mesin-mesin konstruksi," kata Menteri Perubahan Iklim dan Energi, Chris Bowen.

Selain itu, dana sebesar 24,5 miliar rupiah selama dua tahun juga telah dikucurkan untuk mempelajari dampak, biaya, dan manfaat dari penciptaan industri LCLF di Australia.

Pemerintah Australia saat ini juga sedang mempertimbangkan perubahan pada cara pengenaan pajak bahan bakar nabati, serta hibah, insentif, dan apakah mandat harus diberlakukan untuk industri yang berpolusi berat.

Sementara perusahaan-perusahaan penerbangan Australia telah mulai menggunakan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan, Uni Eropa telah mewajibkan bandara-bandara untuk menggunakan campuran bahan bakar nabati sebesar dua persen pada tahun 2025 secara bertahap meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2035. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.