BRIN Bangun Bank Benih Lindungi Tumbuhan dari Ancaman Kepunahan

Sabtu, 15 Jun 2024, 08:57 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang membangun sebuah program bernama bank benih untuk melindungi keanekaragaman biodiversitas tumbuhan di Indonesia agar tidak punah.

Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Iman Hidayat mengatakan bank benih adalah fasilitas khusus yang digunakan untuk menyimpan dan melestarikan benih dari berbagai tumbuhan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Direktur Borneo Institute Yanedi Jagau mengecek suhu untuk menyimpan benih padi lokal di Bank Benih di kawasan Desa Tumbang Samui, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/9/2022). — Sumber: ANTARA/Makna Zaezar

"Tujuan utamanya untuk menjaga keragaman genetik tumbuhan dan memastikan ketersediaan sumber benih di masa depan," kata Iman dalam keterangan di Jakarta, Jumat (14/6).

Pada 10-15 Juni 2024, BRIN mengadakan kursus teknik konservasi benih pada Kawasan Konservasi Ilmiah (KKI) Kebun Raya Eka Karya di Bali.

Pelatihan itu merupakan program kerja sama antara BRIN, Arcadia Fund - Royal Botanic Gardens Kew, dan Garfield Weston Foundation.

Iman mengungkapkan ada tiga hal penting yang perlu disoroti terkait pembangunan bank benih di Indonesia. Pertama, mengenai pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang akan mengelola bank benih BRIN yang bersifat nasional.


Kegiatan pengembangan melalui pelatihan dengan melibatkan tim ahli dari Millennium Seed Bank Royal Botanical Gardens.

"Metode pelatihan yang disajikan berupa materi mulai dari standarisasi hingga pengelolaan benih secara teknis maupun manajerial," ujar Iman.


Hal kedua yang menjadi sorotan adalah biji tumbuhan yang ada di seluruh Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai sumber pangan dan kesehatan.

Iman menekankan perlunya tindakan penyelamatan dan antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan menyimpan biji di bank benih.

"Hal ketiga, saya berharap melalui pelatihan ini tumbuh kesadaran untuk melindungi keberlangsungan ketersediaan benih," ucapnya.

Koordinator Pelaksana Fungsi Pengelolaan Koleksi Ilmiah Bank Benih BRIN Ade Yusup Yuswandi menjelaskan peningkatan fasilitas terkait Bank Benih terus dilakukan.

Secara garis besar proses pengelolaan koleksi bank benih dimulai dari pengumpulan koleksi, pemrosesan benih, penyimpanan, pengujian viabilitas, dan pengelolaan data koleksi.


Ade mengungkapkan bahwa metode penyimpanan benih menggunakan suhu yang rendah, yaitu minus 20 derajat Celcius hingga 3 derajat Celcius.

"Hanya benih yang dapat melalui proses pengeringan dan pembekuan yang dapat disimpan," ujarnya.

Program bank benih sudah diinisiasi dari tahun 2017. Kegiatan itu dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan Kebun Raya Kew Inggris dan Pusat Penelitian Biologi serta Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan Kebun Raya.

Kegiatan konservasi benih untuk tanaman-tanaman terancam kepunahan di wilayahhotspotbiodiversitas Indonesia masih terus dilanjutkan hingga kini.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN Dian Latifah mengatakan selain melakukan riset di bidang biologi benih dan konservasi benih, program itu juga mencakup bidang ekologi regenerasi atau ekologi benih.


"Ke depannya, program itu akan memberikan banyak manfaat bagi peneliti maupun staf di BRIN yang mengelola benih secara langsung," pungkasnya.

BRIN memusatkan bank benih di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prinsip konservasi benih mewajibkan adanya sebuah duplikat.

Oleh karena itu, BRIN diharapkan dapat menduplikasikan koleksi benihnya di tempat lain. Duplikasi dilakukan agar jika terjadi bencana alam atau kerusakan di suatu fasilitas, maka jenis benih yang ada di daerah tersebut masih tersimpan di bank benih pada lokasi lain.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.