Sekjen PBB: AI Tak Boleh Berpihak pada Peningkatan Kesenjangan

Jumat, 14 Jun 2024, 00:03 WIB

JENEWA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mendesak negara-negara di dunia untuk memastikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak pernah berpihak atau mengakibatkan peningkatan kesenjangan.

Dalam sambutannya di Dewan Persatuan Telekomunikasi Internasional atau International Telecommunication Union (ITU), Rabu (12/6), di Jenewa, Guterres memperingatkan inovasi telah melampaui kemampuan untuk mengaturnya sehingga kreativitas diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres — Sumber: MARTIAL TREZZINI/AFP

"Kita harus bekerja sama untuk memastikan AI tidak pernah mendukung kesenjangan. Tantangan unik seperti ini memerlukan solusi unik. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan," katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Guterres menekankan negara-negara berkembang memerlukan bantuan teknis dan investasi di bidang seperti data, kekuatan komputasi, dan talenta agar dapat berpartisipasi penuh dan mendapatkan manfaat revolusi AI.

"Pekerjaan ITU membangun kapasitas di negara berkembang… merupakan bagian penting dari upaya kami untuk mencegah kesenjangan AI baru yang hanya akan memperburuk kesenjangan yang sudah ada," ucapnya.

Mengingat dunia menghadapi kesenjangan digital, kesenjangan data, kesenjangan investasi, dan kesenjangan tata kelola, Guterres mengatakan negara-negara perlu bekerja sama untuk membangun jembatan, seraya menunjuk Summit of the Future pada September mendatang sebagai peluang utama untuk melakukannya.

Kerja Sama Digital

PBB pun berencana menyepakati Global Digital Compact untuk memperbarui dan meningkatkan kerja sama digital pada KTT tersebut. Menurutnya, momentum menuju Global Digital Compact yang ambisius semakin berkembang dengan tujuan menghubungkan yang tidak terhubung dan mengakhiri pengecualian digital dalam segala bentuknya.

"Memetakan arah menuju AI yang aman dan inklusif yang menempatkan manusia sebagai pusat dan melindungi hak asasi manusia, dan menyalurkan inovasi untuk mempercepat kemajuan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, serta melindungi planet kita," tambah dia.

Sebelumnya, Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, bersama para pemimpin G7 akan mengambil bagian dalam sesi tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama pertemuan puncak kelompok itu mendatang di Italia. "Para pemimpin (G7) akan bergabung dengan Yang Kudus, Paus Fransiskus, untuk sesi tentang kecerdasan buatan, dan topik-topik lainnya," kata Kirby saat konferensi pers.

Selama sesi tersebut, tambah Kirby, Paus Fransiskus dan para pemimpin G7 akan berdiskusi dan menyusun pendekatan bersama untuk memanfaatkan kelebihan AI, sambil mengelola risiko terhadap keamanan nasional.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.