KTT G7 Picu Ketegangan dengan Tiongkok

Jumat, 14 Jun 2024, 14:16 WIB

BARI - Para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) mengalihkan perhatian mereka ke Tiongkok pada hari Jumat (14/6) di hari kedua KTT Italia,dengan fokus pada bagaimana melindungi industri mereka sambil menghindari perang dagang langsung dengan Beijing.

Perdagangan yang adil dengan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu, terutama dalam bidang teknologi ramah lingkungan, akan dibahas oleh Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Jepang, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Inggris di Puglia.

Ket. Foto: Presiden AS Joe Biden (tengah), PM Italia Giorgia Meloni, PM Kanada Justin Trudeau, dan PM Jepang Fumio Kishida menghadiri Acara Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global selama KTT G7 di resor Borgo Egnazia di Savelletri, Italia pada 13 Juni 2024. — Sumber: AFP

Negara-negara kaya yang tergabung dalam G7 juga akan membuat respons bersama atas dugaan dukungan Tiongkok terhadap ekspansi militer Russia, yang menurut Washington memicu perang di Ukraina.

"Negara-negara G7 memiliki pemikiran yang sama dalam menghadapi Tiongkok," kata sumber pemerintah Jepang kepada AFP.

Pertemuan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara Barat, seperti yang ditunjukkan oleh pengumuman Uni Eropa pada minggu ini mengenai rencana penerapan tarif baru pada kendaraan listrik Tiongkok.

AS, Jepang, dan Uni Eropa yang menghadiri KTT G7sebagai mitra tidak resmi kedelapan, semuanya menyuarakan keprihatinan atas "kelebihan kapasitas industri" di Tiongkok.

Mereka mengatakan subsidi yang besar dari Beijing, khususnya di sektor energi dan teknologi ramah lingkungan seperti panel surya dan kendaraan listrik, mengakibatkan barang-barang murah membanjiri pasar global.

Kelebihan kapasitas ini mengancam perusahaan-perusahaan Barat yang kesulitan bersaing, khususnya di sektor teknologi ramah lingkungan yang sedang berkembang.

"Kami akan menghadapi kebijakan non-pasar Tiongkok yang mengarah pada dampak buruk global," kata John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, kepada wartawan menjelang KTT.

Tiongkok telah menepis kekhawatiran tersebut, namun Washington mendesak terbentuknya front persatuan G7.

Bulan lalu, para menteri keuangan kelompok ini memperingatkan bahwa mereka akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk "memastikan kesetaraan" bagi semua negara.

Pembatasan Ekspor

Menjelang pertemuan puncak di resor mewah Borgo Egnazia, UE mengancam akan mengenakan tarif hingga 38 persen pada impor kendaraan listrik Tiongkok mulai bulan depan.

Beijing mengecamnya dengan menyebut kebijakan itu sebagai "perilaku proteksionis telanjang" dan mengatakan pihaknya berhak mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Amerika Serikat bulan lalu menaikkan tarif terhadap impor teknologi ramah lingkungan dari Tiongkok, termasuk tarif 100 persen pada kendaraan listrik, dan Biden mengecam tindakan "kecurangan" yang dilakukan Beijing.

Fokus lainnya pada hari Jumat adalah pembatasan ekspor mineral seperti galium, germanium, dan grafit yang baru-baru ini dilakukan Tiongkok, yang sangat penting dalam industri seperti telekomunikasi dan kendaraan listrik.

Pembatasan ini mengancam rantai pasokan internasional, dan ada kekhawatiran pembatasan ini akan diikuti dengan pembatasan bahan lain seperti unsur tanah jarang yang dibutuhkan dalam elektronik.

Para analis memperingatkan akan terjadinya kekurangan pasokan dalam jangka pendek dan harga yang lebih tinggi jika Tiongkok semakin membatasi ekspor, bahkan ketika AS dan negara-negara lain berupaya melakukan diversifikasi pasokan mereka, termasuk dengan meningkatkan produksi dalam negeri.

Mesin Perang Russia

Kekhawatiran keamanan dan pertahanan juga dibahas dalam pertemuan puncak tersebut, termasuk tuduhan bahwa Beijing telah membantu memperluas angkatan bersenjata Russia.

Selama konferensi pers dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis, Biden mengatakan G7 telah "setuju untuk mengambil tindakan kolektif" terhadap peran Tiongkok dalam memasok Russia dengan "bahan yang mereka butuhkan untuk mesin perang mereka".

Washington menuduh Beijing membantu industri pertahanan Russia melalui produksi bersama drone dan ekspor peralatan mesin yang diperlukan untuk rudal balistik.

Zelensky mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang "memberi saya janji" bahwa dia tidak akan menjual senjata ke Russia.

"Kita lihat saja nanti," tambah Zelensky.

Para pemimpin G7 juga akan membahas keamanan di Asia-Pasifik, di mana taktik konfrontatif dan militerisasi Tiongkok terhadap pulau-pulau di Laut Tiongkok Selatan - serta latihan perang baru-baru ini di sekitar Taiwan - telah meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik.

Pada KTT G7 terakhir di Jepang, para pemimpin mengatakan dalam pernyataan terakhirnya bahwa mereka "menentang aktivitas militerisasi Tiongkok di wilayah tersebut".

Sumber pemerintah Jepang mengatakan penting bagi para pemimpin yang bertemu di Puglia untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada Xi bahwa masalah ini bukan hanya masalah regional, namun menjadi perhatian semua negara G7.

"Semua negara (G7) sadar bahwa kami perlu menyampaikan pesan ini dengan sangat jujur ??kepada Tiongkok di tingkat paling atas," kata sumber itu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.