Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh Harimau Muncul di Desa Sukaraja, Dishut Lampung Pastikan Itu Kucing Emas yang Dilindungi

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 14:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh Harimau Muncul di Desa Sukaraja, Dishut Lampung Pastikan Itu Kucing Emas yang Dilindungi Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Arsip- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah.

BANDARLAMPUNG - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung menyatakan bahwa kemunculan satwa liar dan dilindungi di Desa Sukaraja, Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran merupakan kucing emas (Catopumatemminicki).

"Kami pastikan satwa liar dan dilindungi yang dijumpai di Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan kemarin bukanlah harimau Sumatera (Pantheratigrissumatrae) tetapi kucing emas," ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah saat dihubungi di Bandarlampung, Jumat (14/6).

Ia mengatakan telah dilakukan pencermatan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Seksi Konservasi Wilayah III berdasarkan foto satwa liar yang dikirim oleh masyarakat untuk memastikan bahwa satwa tersebut bukanlah harimau Sumatera melainkan kucing emas.

"Terkait perjumpaan dengan satwa liar tersebut, KPHK Tahura Wan Abdul Rachman telah melakukan ground check ke lokasi untuk memastikan laporan. Serta berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu Seksi Konservasi Wilayah III untuk melakukan penggiringan kembali kucing emas tersebut ke dalam kawasan hutan," katanya.

Dia menjelaskan kucing emas (Catopuma temminicki) biasa di sebut goldencat atau firecat, termasuk satwa yang dilindungi dan habitat kucing emas banyak di jumpai di wilayah Sumatera.

"Hewan ini termasuk salah satu hewan yang ikut dikampanyekan untuk dicegah kepunahannya. Ciri utama kucing emas ini adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat keemas-emasan, sesuai dengan namanya kucing emas. Tetapi ada juga yg berwarna abu-abu atau cokelat tua," ucap dia.

Menurut dia kucing emas juga merupakan satwa liar dilindungi yang sulit ditangkap, karena memiliki karakteristik yang lincah dan bisa segera menghilang di semak-semak bila merasa terancam.

"Berdasarkan keterangan dari Pengelola Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman pihaknya belum pernah melakukan inventarisasi kembali. Sehingga belum bisa dipastikan asal muasal dari kucing emas tersebut. Ada kemungkinan besar satwa liar tersebut salah satu satwa dilindungi yang ada di Tahura Wan Abdul Rachman seperti halnya kucing batu (Pardofelis marmorata) yang memang ada di dalam kawasan tersebut," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.