Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satpol PP Mataram tertibkan pedagang hewan kurban di trotoar

📅 Rabu, 12 Jun 2024, 18:18 WIB | Oleh:
Satpol PP Mataram tertibkan pedagang hewan kurban di trotoar Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Salah satu titik penjualan hewan kurban di pinggir trotoar di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan penertiban sejumlah pedagang hewan kurban yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.

Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Rabu, mengatakan, pada prinsipnya pemerintah kota tidak melarang pedagang hewan kurban berjualan, hanya saja lokasinya tidak di trotoar yang menjadi hak pengguna jalan.

"Kami memaklumi kesempatan Hari Raya Idul Adha menjadi peluang ekonomi mencari rezeki bagi pedagang, tapi tolong jangan di fasilitas publik apalagi di trotoar," katanya.

Hal tersebut disampaikan menyikapi maraknya pedagang musiman hewan kurban di Kota Mataram yang menggunakan lahan-lahan kosong di sejumlah jalan utama dan strategis di kota itu.

Hanya saja, ada beberapa pedagang yang menggunakan fasilitas trotoar sebagai lapak berjualan sehingga terkesan kumuh dan mengganggu kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.

Irwan mengatakan sejumlah titik pedagang hewan kurban yang telah ditertibkan karena menggunakan trotoar antara lain di Jalan Sriwijaya, Jalan Utama Lingkar Selatan, Jalan Langkodan di kawasan Bintaro Ampenan.

"Para pedagang hewan kurban itu sudah kami minta mundur dan tidak menjajakan hewan kurban di trotoar," katanya.

Setelah dilakukan penertiban, anggota Satpol PP kini rutin melakukan pengawasan dengan sistem patroli agar pedagang tidak kembali berjualan di trotoar.

"Aktivitas pedagang hewan kurban musiman ini, menjadi bagian yang kita awasi dengan patroli. Kalau mereka kembali berjualan di trotoar kita tegur dan ingatkan," katanya.

Data Dinas Pertanian Kota Mataram mencatat, jumlah pengepul hewan kurban yang ada di Kota Mataram saat ini mencapai lebih 66 orang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.