Pemprov Kaltim Kampanye Hidup Sehat Cegah Hipertensi
Senin, 10 Jun 2024, 00:08 WIBSamarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menanggulangi penyakit hipertensi dengan menerapkan sejumlah langkah strategis untuk pencegahan melalui sosialisasi dan kampanye berpola hidup sehat.
"Kami berkomitmen untuk mendukung upaya penanggulangan penyakit hipertensi yang merupakan salah satu indikator pelayanan pada standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Jaya Mualimin di Samarinda, Minggu.
Jaya membacakan pernyataan komitmen Pemprov Kaltim dalam Penandatanganan Komitmen Penanggulangan Hipertensi yang pada peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) di Halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Lebih lanjut, dr Jaya menjelaskan hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular namun memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Hipertensi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke tanya dulu masih dan gagal ginjal.
Adapun beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemprov Kaltim, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, mengembangkan dan menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, gejala, dan juga cara pencegahan.
Kedua, menyelenggarakan kampanye kesehatan secara berkala melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, televisi dan kegiatan masyarakat.
Selanjutnya, mendorong untuk menerapkan pola makan sehat, dengan mengurangi konsumsi garam, gula dan lemak jenuh serta meningkatkan asupan buah dan sayuran.
Menggalakkan aktivitas fisik secara rutin, dengan menyediakan fasilitas dan program olahraga. Mengedukasi tentang pentingnya menjaga berat badan ideal dan berhenti merokok serta menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular (PTM).
Mendorong penerapan kebijakan yang mendukung pencegahan PTM, seperti regulasi tentang iklan makanan tidak sehat, pengendalian tembakau, dan promosi aktivitas fisik sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat hidup sehat.
Meningkatkan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan hipertensi.
Serta mengajak peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian PTM melalui komunitas dan organisasi lokal.
"Dengan komitmen ini, kami berharap dapat menurunkan prevalensi hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, tujuan ini dapat tercapai," tutup dr. Jaya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 6 Mei 2026
-
Lolos ke Asian Games 2026, Pelatih Bongkar Rahasia Gila Skuad Timnas PUBG Mobile Indonesia Bangkit
-
Pemprov DKI Imbau Warga Tak Pakai Plastik untuk Bungkus Hewan Kurban
-
Filipina Dorong Deklarasi Asean tentang Kerja Sama Maritim
-
Kemdiktisaintek Ungkap 99 Persen Kecurangan SNBT Bidik Prodi Kedokteran
-
Jumlah Warga Jakarta Bertambah Berdasarkan Hasil SUPAS 2025
-
Pramono Anung: Jakarta International Marathon 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Ibu Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.