Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MRT Jakarta Fokus Kembangkan Sistem Pembayaran 'Seamless'

📅 Senin, 10 Jun 2024, 00:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
MRT Jakarta Fokus Kembangkan Sistem Pembayaran 'Seamless' Doc: ANTARA/Ade Irma Junida
Ket. Tangkapan layar Station Operation & Service Division Head PT MRT Jakarta Muchamad Iqbal Bimo Arifianto dalam Talkshow: Digitalisasi dan Integrasi Transportasi Jakarta: Nyaman, Cepat, dan Harga Terjangkau yang digelar dalam rangkaian Jakreatifest 2024, di Jakarta, Minggu (9/6/2024).

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan akan fokus untuk mengembangkan sistem pembayaran yang mulus(seamless)untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna sekaligus menekan penggunaan kartu uang elektronik.

"Kita akan terus fokus pada sistem pembayaran, contohnya tadi di Jepang dan Korea, bagaimana mereka menggunakan NFC, RFID, hingga BIBO (Bluetooth In Bluetooth Out) untuk mempercepat proses pembayaran," kata Station Operation & Service Division Head PT MRT Jakarta Muchamad Iqbal Bimo Arifianto di Jakarta, Minggu.

Dalam Talkshow: Digitalisasi dan Integrasi Transportasi Jakarta: Nyaman, Cepat, dan Harga Terjangkau yang digelar dalam rangkaian Jakreatifest 2024, Bimo menjelaskan sistem pembayaran yang mulus diharapkan dapat mengurangi antrean penumpang yang akan masuk atau keluar gerbang tiket.

Ia menuturkan saat ini kerap terjadi penumpukan penumpang dengan antrean lebih dari 6 meter di area gerbang tiket(gate), terutama di stasiun terintegrasi seperti Halte MRT Dukuh Atas.

Antrean yang panjang itu berasal dari antrean prosestappingkartu digatetiket yang membutuhkan waktu beberapa detik.

"Masalah di kita itu masih banyak antrean. Kami ada standar pelayanan maksimum atau SPM di mana maksimal antrean 6 meter dan itu sudah banyak yang terlewati. Jadi memang ini masalahticketingmenjadi tantangan utama," ungkapnya.

Bimo menjelaskan sepanjang Januari-Mei 2024, total ada 14,91 juta penumpang MRT di mana 66 persen diantaranya masih menggunakan kartu uang elektronik.

Sementara itu, ada 19 persen penumpang yang menggunakan kartu uang elektronik yang terintegrasi Jaklingko di periode tersebut.

"Uniknya, kartu uang elektronik dan lainnya itu semakin ke sini memang semakin menurun meski masih menjadi pilihan utama," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bimo mengatakan ke depan MRT Jakarta akan mendorong digitalisasi dan kemudahan bagi pengguna agar bisa langsung masuk tanpa terlebih dahulu melakukan pembelian.

"Jadi kalau di luar negeri itu, pakai kartu kredit apapun bisa langsung masuk tanpa perlu ada pembelian," katanya.

Di sisi lain, dorongan untuk beralih ke pembayaranseamlessjuga dilakukan lantaran ke depan penggunaan kartu uang elektronik semakin mahal.

"Biaya pembuatan kartu itu cukup tinggi dan limitnya saat ini naiknya 100 persen lebih. Saat ini mungkin kalau kita belie-moneyharganya Rp25.000, tapi mungkin tahun depan sudah lebih mahal lagi karena terus naik kebutuhan chip-nya, sehingga harganya semakin mahal," katanya.

MRT Jakarta saat ini melayani sistem pembayaran tunai, kartu, aplikasi seluler sertaserver basedberupa QR mesin penjualan tiket. Adapun ke depan, pembayaran mulus diharapkan bisa diterapkan dengan penggunaan teknologi NFC, RFID, BIBO, sehingga aliran penumpang digatebisa berjalan lancar tanpa tersendat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.