Presiden AS Minta Maaf Terlambat Sahkan Bantuan Militer untuk Ukraina

Sabtu, 08 Jun 2024, 20:14 WIB

Ankara - Presiden Amerika Serikat (AS) JoeBiden pada Jumat (7/6) meminta maaf kepada Presiden Ukraina VolodymyrZelenskyy karena terlambat mengesahkan paket bantuan militer yang sangat dibutuhkan bagi negara tersebut.

"Saya minta maaf karena selama berminggu-minggu saya tidak tahu apa yang akan terjadi, dalam hal pendanaan," kata Biden kepada Zelenskyy dalam sebuah pertemuan di Paris.

"Kami mengalami kesulitan meloloskan rancangan undang-undang yang harus kami sahkan ... dari beberapa anggota kami yang sangat konservatif... Tetapi kami akhirnya menyelesaikannya," kata Biden.

Ia merujuk pernyataannya itu pada oposisi Partai Republik terkait paket tersebut di Kongres AS.

Biden pada April menandatangani RUU belanja senilai 95 miliar dolar AS (sekitar Rp1,54 kuadriliun) menjadi undang-undang untuk mendanai prioritas keamanan nasional utamanya, termasuk lebih dari 60,8 miliar dolar AS (sekitar Rp989,7 triliun) untuk Ukraina.

Bantuan militer tersebut disahkan setelah berbulan-bulan mengalami hambatan di Kongres AS, juga di tengah kekalahan Ukraina dari pasukan Rusia selama jangka waktu tersebut, dan setelahnya, akibat penundaan yang panjang tersebut.

Di Paris, presiden juga mengumumkan paket bantuan tambahan bagi Ukraina senilai 225 juta dolar AS (sekitar Rp3,66 triliun) untuk rekonstruksi jaringan listrik negara itu, dan memuji ketahanan Ukraina.

"Anda tahu, Anda tidak pernah menyerah, Anda tidak pernah menyerah sama sekali, Anda terus berjuang dengan cara yang luar biasa, sungguh luar biasa --dan kami tidak akan meninggalkan Anda," kataBiden.

Ia juga menjanjikan dukungan yang berkelanjutan dari Washington untuk Kiev.

Biden dan Zelenskyy pada Kamis (6/6) menghadiri upacara internasional yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memperingati 80 tahun D-Day dan Pertempuran Normandia untuk membebaskan Prancis selama Perang Dunia II.

Zelenskyy menyampaikan pidato di hadapan parlemen Prancis pada Jumat pagi.

Ket. Foto: Arsip foto - Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 21 Desember 2022. — Sumber: ANTARA/Xinhua/Liu Jie

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.