Kemenkes Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma Negatif Penderita TBC

Kamis, 06 Jun 2024, 00:02 WIB

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghilangkan stigma negatif penderita tuberkulosis (TBC), agar kasus penyakit tersebut dapat ditemukan seluruhnya dan dieliminasi dari negeri ini.

"Kita harus bisa membebaskan mereka (penderita TBC) dariself stigma,stigma dari diri mereka sendiri dalam mencapai eliminasi TBC," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Imran Pambudi dalam webinarberjudul "Kebutuhan Kesehatan Mental dan Psikososial pada Orang dengan TBC" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Selain mempersulit deteksi penderita TBC, Imran mengungkapkan adanya stigma negatif pada penderita TBC juga menyebabkan para penderitanya putus semangat dalam menjalani terapi yang tengah dijalani.

Sehingga, sambungnya, penderita TBC yang enggan meminum obat tersebut menyebabkan penyakit TBC yang dideritanya berkembang menjadi TBC kebal atau Resisten Obat (TB-RO).

Ia mengungkapkan terdapat penelitian yang menunjukkan penderita TBC yang baru berobat setelah terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis selama dua bulan, yang salah satu penyebabnya adalah stigma buruk masyarakat soal penderita TB.

Imran menilai hal tersebut tentu berbahaya, sebab selama dua bulan tersebut, seorang penderita TBC sangat berpotensi menularkan penyakit tersebut kepada orang lain yang berada di sekitarnya.

"Jadi bagaimana kita bisa mempercepat waktu memulai pengobatan ini juga menjadi hal yang sangat penting. Tentu saja memulai pengobatan ini ada hubungannya juga dengan bagaimana persepsi masyarakat terhadap kebersihan penderita TBC," ujarnya.

Untuk ituImran meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terkait penderita TBC, karena hal tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran TBC, serta mewujudkan upaya dalam mencapai eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 mendatang.

Untuk diketahui, laporan Global TB Report Tahun 2023 menyatakan terdapat sebanyak 1.060.000 kasus baru TBC di Indonesia, dimana sekitar 30.000 diantaranya merupakan kasus TBC resisten obat.

Pada tahun lalu Indonesia berhasil menemukan sekitar 821.000 kasus TBC baru, atau sekitar 78 persen dari laporan Global TB Report.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.