Sentimen Eksternal Dominan
Rabu, 05 Jun 2024, 07:54 WIBJAKARTA - Rupiah diperkirakan masih rentan melemah meskipun sejak awal pekan ini menguat. Sentimen eksternal diprediksi lebih mendominasi lantaran faktor internal minim.
Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong menilai dengan absennya data ekonomi penting dari domestik maupun Amerika Serikat (AS) hari ini, investor mengantisipasi data penting Ketenagakerjaan Non-Pertanian (NFP) AS pada Jumat mendatang.
Karenanya, Lukman memproyeksikan mata uang rupiah akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (5/6), dengan pergerakan di kisaran 16.200-16.300 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Selasa (4/6), ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.220 rupiah per dollar AS. Penurunan terjadi di tengah penurunan PMI manufaktur AS)m.
"Data PMI manufaktur AS bulan Mei juga menunjukkan penurunan. Ini menambah ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta.
PMI manufaktur ISM AS Mei 2024 tercatat sebesar 48,7, lebih rendah dibandingkan sebelumnya 49,2 pada April 2024, dan di bawah perkiraan sebesar 49,8.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.