Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kacang Lima, Pangan Lokal Super yang Potensial Bantu Tangani Stunting

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 13:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kacang Lima, Pangan Lokal Super yang Potensial Bantu Tangani Stunting Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Kacang lima atau

Rita Maliza, Universitas Andalas

Stunting atau pertumbuhan terhambat karena gizi buruk merupakan tantangan serius yang mempengaruhi jutaan anak di banyak negara berkembang. Kementerian Kesehatan melaporkan tingkat kejadian stunting di Indonesia pada 2022 sekitar 21,6%. Angka tersebut di atas standar WHO yang menetapkan prevalensi stunting harus kurang dari 20%.

Stunting berefek jangka pendek maupun panjang yang sangat serius. Selain masalah tinggi badan, stunting juga memengaruhi kemampuan berpikir secara intelektual, gangguan metabolisme, keterbelakangan mental, dan daya tahan tubuh menurun. Anak-anak dengan gizi buruk lebih mudah sakit dan berisiko terkena penyakit serius seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kanker. Penting untuk menemukan solusi yang efektif dan terjangkau untuk masalah ini.

Indonesia tak perlu repot-repot melakukan impor pangan untuk mengatasi stunting. Banyak pangan lokal yang sebenarnya potensial tapi masih kurang dimanfaatkan, salah satunya adalah kacang lima (Phaseolus lunatus L.).

Penelitian saya bersama tim yang terbit di Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences menunjukkan bahwa kacang lima, yang sering diabaikan dibandingkan kacang-kacangan lainnya, memiliki potensi besar sebagai makanan super. Kacang ini dapat mendukung kesehatan otak, meningkatkan daya ingat, dan membantu pemulihan dari gizi buruk.

Kacang lima berasal dari wilayah Peru di Amerika Selatan. Inilah mengapa kacang ini dikenal sebagai kacang lima dalam bahasa Inggris. Awalnya, kacang ini digunakan di Indonesia sebagai tanaman penutup tanah.

Kini, kacang lima tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Setiap daerah memiliki nama tersendiri untuk kacang ini, seperti kacang kratok di Jawa dan kacang paga di Padang. Di daerah lain, kamu mungkin mendengar kacang ini disebut kara legi, kara manis, atau kara bithik.

Mengapa kacang lima istimewa?

Kacang lima kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral penting seperti zink, besi, dan kalsium. Selain mengandung protein tinggi-hingga 25% per 100 gram, kacang lima juga mengandung asam-asam amino yang berperan penting dalam pemulihan nutrisi.

Kami melakukan percobaan pemberian tepung kacang lima selama enam minggu sebagai suplemen untuk tikus yang mengalami malnutrisi. Hasilnya, selama waktu tersebut, berat badan tikus ternyata meningkat signifikan. Begitu juga panjang tubuh, dan ukuran lainnya dibandingkan dengan tikus yang hanya diberi pakan dengan kandungan protein 6% yang sudah didesain untuk pembuatan hewan model tikus malnutrisi.

Peningkatan berat badan tikus menunjukkan bahwa kacang lima berpotensi sebagai sumber nutrisi yang dapat mempercepat pemulihan pertumbuhan fisik.

Selain protein, kacang lima mengandung senyawa alami seperti genistein, luteone, dan kaempferol, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi (mengurangi peradangan). Senyawa-senyawa ini membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres dan peradangan, yang sering dikaitkan dengan penurunan fungsi otak.

Manfaat tersebut juga terbukti dalam riset kami. Tikus yang mendapatkan pakan tepung kacang lima juga menunjukkan peningkatan kepadatan neuron (sel-sel saraf) di korteks serebral dan hipokampus (bagian otak yang mengatur ingatan dan berpikir). Sel-sel neuron tikus yang rusak juga berkurang-menunjukkan bahwa kacang lima berkontribusi terhadap perlindungan saraf.

Peluang pemanfaatan kacang lima di Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.