Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Nilai Tukar Petani di Papua Barat Naik 0,51 Persen pada Mei 2024

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 07:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Nilai Tukar Petani di Papua Barat Naik 0,51 Persen pada Mei 2024 Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Arsip foto: Kondisi persawahan di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Manokwari - Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Papua Barat pada Mei 2024 mencapai 100,58 atau mengalami peningkatan sebesar 0,51 persen jika dibandingkan dengan periode April 2024.

Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Selasa, mengatakan peningkatan NTP dipengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,79 persen) lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga dibayar petani (0,28 persen).

"Indeks harga yang diterima petani tercatat 115,35 atau naik 0,79 persen, dan indeks harga yang dibayarkan petani 114,69 atau naik 0,28 persen," kata Merry.

Merry menyebut ada dua subsektor yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan NTP Papua Barat yaitu subsektor hortikultura naik 2,63 persen, dan subsektor peternakan naik 0,19 persen.

Ada empat komoditas penyumbang utama peningkatan indeks harga yang diterima oleh petani dari dua subsektor tersebut meliputi, tomat, cabai rawit, sapi potong, dan sayur bunci.

"NTP subsektor hortikultura meningkatan menjadi 100,56 dan NTP subsektor peternakan meningkat menjadi 106,05," jelas dia.

Selain itu, kata Merry, terdapat tiga subsektor yang mengalami penurunan indeks harga yakni subsektor tanaman pangan (-0,29 persen), tanaman perkebunan rakyat (-0,58 persen), dan subsektor perikanan (-2,19 persen).

NTP subsektor tanaman pangan turun menjadi 104,54, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat turun menjadi 96,89 dan NTP subsektor perikanan turun menjadi 94,10.

"Tiga subsektor ini yang mengalami penurunan indeks harga," ujar Merry.

Dia menuturkan kenaikan NTP seirama dengan perkembangan nilai tukar usaha petani (NTUP) yang meningkat 0,81 persen menjadi 105,20 dibandingkan bulan sebelumnya yakni 104,36.

Hal ini ditopang oleh indeks harga yang diterima petani meningkat 0,79 persen menjadi 115,35 dibandingkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang turun 0,01 persen menjadi 109,65.

"NTUP Papua Barat periode Mei 2024 mengalami peningkatan 0,81 persen dibanding periode sebelumnya tahun 2024," tutur dia.

Dia menjelaskan indeks NTUP dari tiga subsektor mengalami peningkatan pada Mei 2024 yaitu subsektor tanaman pangan (0,07 persen), subsektor hortikultura (2,92 persen), dan subsektor peternakan (0,43 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.