Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gus Halim Yakin Pengembangan Digitalisasi Tak Gerus Budaya Desa

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gus Halim Yakin Pengembangan Digitalisasi Tak Gerus Budaya Desa Doc: kemendesa.go.id
Ket. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, meyakini pengembangan digitalisasi di desa-desa di Tanah Air tidak akan menggerus beragam budaya dan tradisi yang ada di desa.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Halim itu, saat ditemui usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Digital Desa Cerdas Fase III Tahun 2024 di Jakarta, Jumat (31/5), pengembangan digitalisasi justru akan mampu memperkuat budaya dan tradisi yang ada di desa-desa.

"Pasti enggak (menggerus budaya dan tradisi desa), justru malah memperkuat," ujar dia menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan digitalisasi menggerus budaya dan tradisi lokal dari desa.

Gus Halim lalu menjelaskan digitalisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh manusia masa kini sehingga sudah sepatutnya masyarakat desa pun beradaptasi dengan keberadaan digitalisasi.

"Ada digital di desa atau tidak ada digital, digitalisasi berjalan terus," kata dia.

Untuk mengarahkan digitalisasi agar benar-benar bermanfaat bagi kemajuan desa, kata dia melanjutkan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) lantas menggelar Bimtek Kader Digital Desa Cerdas Fase III Tahun 2024 itu.

Melalui bimtek tersebut, para Kader Digital Desa Cerdas yang dikirim oleh setiap desa di Tanah Air dibimbing, dilatih, dan diajarkan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung percepatan pembangunan di desa dan membudayakan budaya digital yang tepat kepada masyarakat desa di sekitarnya. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.