Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Target, Pemprov Papua Barat Canangkan Penanganan Stunting 2024 Serentak

📅 Senin, 03 Jun 2024, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Target, Pemprov Papua Barat Canangkan Penanganan Stunting 2024 Serentak Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Pemerintah Provinsi Papua Barat mencanangkan penanganan prevalensi stunting tahun 2024 secara serentak di Manokwari, Senin.

MANOKWARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mencanangkan percepatan penanganan intervensi stunting tahun 2024 secara serentak, guna mencapai target penurunan prevalensi sebesar 14 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere di Manokwari, Senin (3/6), mengatakan pencanangan serentak merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.5.3/3161/Bangda tertanggal 13 Mei 2024.

"Hari ini (Senin) kami melaksanakan kick off stunting serentak," kata Ali Baham.

Setelah pencanangan, kata dia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi koordinator akan melaksanakan konsolidasi ke tujuh kabupaten se-Papua Barat sehingga penanganan intervensi stunting tahun 2024 berjalan maksimal.

Ketujuh kabupaten dimaksud yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kaimana, dan Kabupaten Fakfak.

"Perlu ada kesiapan mulai dari sumber daya manusia, sarana, anggaran, dan jadwal kegiatan masing-masing kabupaten," ucap Ali Baham.

Dia mengingatkan agar semua koordinator wajib memberikan laporan penanganan intervensi stunting dari tujuh kabupaten di Papua Barat kepada pemerintah provinsi secara terperinci dan berkala.

Langkah penanganan yang dilakukan secara terintegrasi dan sistematis berdampak positif terhadap upaya pemerintah daerah (pemda) dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting tahun 2024.

"Selama ini penanganan stunting sudah jalan, hanya saja kami memperkuat kembali strateginya di tahun 2024 ini," ucap dia.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting Provinsi Papua Barat tahun 2023 sebesar 24,8 persen atau turun 5,2 persen dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 30 persen.

Prevalensi stunting tujuh kabupaten se-Papua Barat meliputi Pegunungan Arfak 34,7 persen (turun 16,8 persen), Manokwari Selatan 20,4 persen (turun 6,8 persen), dan Teluk Bintuni 19,6 persen (turun 3,2 persen).

Berikutnya Kaimana 25,7 persen (turun 3,5 persen), Teluk Wondama 19,7 persen (turun 6,4 persen), Fakfak 30,5 persen (naik 1,5 persen), sedangkan Manokwari belum memasukkan data tersebut.

"Koordinator nanti bertugas menghimpun data semua kabupaten termasuk yang belum masukan data," ujar Ali Baham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.