Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangani Stunting, Pemkab Natuna Alokasikan Rp10 Miliar dari APBD

📅 Jumat, 31 Mei 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangani Stunting, Pemkab Natuna Alokasikan Rp10 Miliar dari APBD Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
Ket. Penandatanganan berita acara kesepakatan bersama terkait perbaikan sistem manajemen data stunting di ruang kerja wakil Bupati Natuna Rodhial Huda.

NATUNA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau mengalokasikan Rp10 miliar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024 untuk penanganan stunting di daerah setempat.

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda di Natuna, Jumat (31/5)mengatakan penanganan stunting merupakan salah satu fokus Pemkab Natuna pada tahun 2024.

Hal tersebut terlihat dari jumlah anggaran yang digelontorkan hingga program-program yang telah dirancang.

Namun sambung dia, sebesar apapun anggaran yang dialokasikan dan sebagus apapun program yang dibuat tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh masyarakat.

"Kita imbau masyarakat untuk mendatangi posyandu," ucap dia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mencatat pada bulan Februari 2024 jumlah anak stunting sebanyak 519 orang atau sekitar 12,35 persen dari 4203 orang yang melakukan penambangan, sedangkan sasaran penimbangannya sebanyak 5247 anak.

"Kita akan melakukan intervensi terkait itu (penurunan stunting) melalui SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pengampu," ucap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (BP3D) Natuna Moestofa Albakry.

Ia menjelaskan pada Jumat (31/5) pagi empat organisasi perangkat daerah (OPD) telah menandatangani berita acara kesepakatan bersama terkait perbaikan sistem manajemen data stunting.

Dalam berita acara tersebut tiga OPD berkomitmen untuk melengkapi data-data yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas data stunting yang belum dikategorikan baik.

Selain itu, sambung dia Pemkab Natuna juga akan melakukan intervensi dengan mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki balita.

"Sweeping itu alternatif terakhir, yang kita lakukan apabila masih ada orang tua yang tidak membawa anak-anaknya ke Posyandu," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.