Gencarkan Jaring Investor, Pemkab Berikan Kemudahan Berinvestasi di Cianjur
Selasa, 28 Mei 2024, 00:15 WIBCianjur - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan berbagai kemudahan, termasuk membuat Peraturan Daerah (Perda) Insentif bagi pelaku usaha yang hendak berinvestasi di Cianjur, sehingga memudahkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjaring investor.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Senin, usai melantik pengurus Kadin Cianjur di Balai Pancaniti Pemkab Cianjur, di mana dalam kesempatan tersebut Herman memaparkan berbagai kemudahan bagi investor yang akan dibawa kelompok pengusaha itu.
"Kita sudah memiliki Perda Insentif yang memudahkan investor berinvestasi di Cianjur, selain Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dapat memudahkan investor dalam mengembangkan investasinya, upaya Kadin meningkatkan perekonomian dan mendatangkan investor akan lebih mudah," katanya.
Pihaknya berharap dengan dilantiknya pengurus Kadin Cianjur, dapat berkontribusi dalam memajukan dan mengembangkan berbagai bidang usaha di Cianjur, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur dapat meningkat dan mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi.
"Kami akan memberikan berbagai kemudahan lainnya bagi investor yang masuk melalui Kadin Cianjur, pengurus yang didominasi pengusaha muda Cianjur, dapat berkontribusi untuk kemajuan Cianjur terutama di bidang ekonomi," katanya
Ketua Kadin Cianjur Paeruzillah, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan investor asal Korea Selatan yang akan berinvestasi bidang energi terbarukan atau green energy juga energi daur ulang sampah atau waste to energy (WTE) di Cianjur.
Bahkan pada Juli 2024 investor asal Korea Selatan akan datang ke Cianjur untuk membahas investasi bidang energi bersama Pemkab Cianjur dengan nilai investasi sekitar Rp 1,6 triliun.
"Untuk mendukung terjalinnya kerjasama antara Pemkab Cianjur dan investor asal Korea Selatan, harus didukung dengan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, utamanya akses jalan," katanya.
Namun ungkap dia, infrastruktur tergantung pada Peraturan Daerah (Perda) RTRW, sehingga pihaknya akan menurunkan bidang khusus untuk vokasi guna menjadikan warga Cianjur memiliki daya saing dengan daerah lain.
Meski perbaikan infrastruktur terlambat karena Perda RTRW belum disahkan, pihaknya akan berjalan secara mandiri sehingga investasi terus masuk dan berjalan guna meningkatkan pembangunan dan perekonomian di Cianjur.
"Kehadiran Kadin Cianjur Harus bisa menjadi fasilitator, ikut menyampaikan aspirasi para pengusaha, dan menjadi penengah segala permasalahan dunia usaha di Cianjur," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya
-
Bukan Debu Biasa: Mitigasi Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Api
-
"Countdown" Asian Games 2026 Telah Dimulai, Upacara Pembukaan Tinggal 10 Hari, Atlet Indonesia Bersiap Unjuk Gigi
-
Keajaiban di Tengah Bencana Nepal, 2 Pekerja PLTA Selamat Setelah 9 Hari Terjebak
-
BI-Rate Saja Tak Cukup, Gubernur BI Destry Damayanti Ungkap Taktik Baru Hadapi Gelombang Ekonomi Global
-
Ini Alasannya Kenapa "Pedas Level Up" Raih Dana Produksi Film dari Pemkot Semarang
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.