Tingkatkan Produksi Pangan, Petani Lebak Tanam Padi Gogo

Senin, 27 Mei 2024, 17:22 WIB

RANGKASBITUNG - Petani Kabupaten Lebak, Banten melakukan gerakan tanam padi gogo di lahan darat untuk meningkatkan produksi pangan sesuai arahan Menteri Pertanian Arman Sulaiman.

"Kita terus mendorong agar petani melakukan gerakan tanam padi gogo," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Rangkasbitung, Lebak, Senin.

Ket. Foto: Petani memanen padi gogo di lahan darat di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak guna menggenjot produksi pangan masyarakat. — Sumber: ANTARA/Mansyur

Gerakan penanaman padi gogo menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian di lahan seluas 246 hektare tersebar di Kecamatan Maja, Cimarga dan Banjarsari.

Para petani itu menanam padi gogo varietas inpari 39 dengan produktivitas 5 ton gabah kering pungut per hektare.

Benih varietas inpari 39 bisa dipanen dengan masa tanam 85-90 hari, sehingga waktunya pendek dibandingkan benih varietas lokal hingga 6 bulan.

Selain itu juga benih varietas inpari 39 yang ditanam adalah benih pokok kabel ungu sehingga didorong agar petani menjadi penangkar benih menjadi benih sebar label biru.

"Kami meyakini gerakan tanam padi gogo itu, selain meningkatkan produksi pangan juga bisa dilakukan penangkaran benih label biru," kata Deni.

Menurut dia, petani Kabupaten Lebak dengan kerja sama itu guna memenuhi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

Produksi padi gogo di Kabupaten Lebak pada tahun 2023 menyumbangkan ketahanan pangan sebanyak 41 ribu ton gabah kering pungut (GKP) dengan panen seluas 13.912 hektare dan tanam 6.616 hektare.

Produksi sebanyak 41 ribu ton GKP itu, kata dia, jika diakumulasikan menjadi beras diperkirakan sekitar 35 ribu ton setara beras dan mereka petani yang mengembangkan padi gogo di lahan darat.

Selain itu juga tanaman padi gogo lebih murah biaya produksinya dibandingkan padi sawah, karena tidak membutuhkan ketersediaan air juga tanpa menggunakan pupuk kimia.

"Kami berharap gerakan tanam padi gogo di tiga kecamatan dapat menggenjot produksi pangan nasional," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan pihaknya juga melestarikan tanam padi gogo yang dilakukan masyarakat kaolotan, termasuk petani Badui.

Selama ini, produksi pangan masyarakat kaolotan menyumbangkan pangan cukup besar.

Namun, benih varietas padi gogo yang dilakukan petani kaolotan adat dari tanam ke panen selama enam bulan.

"Kami tetap melestarikan benih varietas sebagai kekayaan koleksi plasma nutfah," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Junaedi (60) seorang petani Banjarsari Kabupaten Lebak mengatakan dirinya lebih memiliki bertani padi gogo karena topografi lahannya perbukitan dan pegunungan, yang sulit dijadikan areal persawahan.

Kebanyakan petani di sini menanam padi gogo di lahan milik Perkebunan Kelapa Sawit dengan sistem tanam tumpang sari dengan tanaman palawija, sayuran dan pisang.

Selain itu juga biaya produksi tanam padi gogo hanya Rp1 juta per hektare, jauh lebih rendah dibandingkan biaya pengelolaan pada sawah yang mencapai Rp6 juta per hektare.

Sedangkan harga beras padi gogo, kata dia, relatif tinggi di pasaran.

"Kami tahun ini menanam padi gogo bantuan Kementan seluas satu hektare," katanya menjelaskan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.