Harga Minyak Mentah Sedikit Berubah, Pasar Menantikan Pertemuan OPEC+

Senin, 27 Mei 2024, 09:37 WIB

BEIJING - Harga minyak berada dalam pola bertahan di awal perdagangan Asia pada Senin (27/5) karena pasar menunggu pertemuan OPEC+ pada tanggal 2 Juni di mana negara-negara produsen minyak diperkirakan akan membahas mempertahankan pengurangan produksi secara sukarela untuk sisa tahun ini.

Kontrak minyak mentah Brent untuk bulan Juli naik tipis 11 sen menjadi $82,23 per barel pada pukul 00.36 GMT atau pukul 07.36 WIB. Kontrak Agustus yang lebih aktif, LCOc2, naik 13 sen menjadi $81,97.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: antara

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 13 sen menjadi $77,85.

Hari libur nasional di AS dan Inggris pada hari Senin diperkirakan akan menjaga perdagangan relatif tipis.

Pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, diundur satu hari menjadi tanggal 2 Juni dan akan diadakan secara online, kata OPEC pada Jumat.

Para produsen akan mendiskusikan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga paruh kedua tahun ini, tiga sumber dari negara-negara OPEC+ mengatakan kemungkinan perpanjangan tersebut.

Dikombinasikan dengan pengurangan produksi sebesar 3,66 juta barel per hari yang berlaku hingga akhir tahun, pengurangan produksi tersebut setara dengan hampir 6 persen dari permintaan minyak global.

OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak akan relatif kuat pada tahun berikutnya sebesar 2,25 juta barel per hari, sementara Badan Energi Internasional memperkirakan pertumbuhan akan jauh lebih lambat sebesar 1,2 juta barel per hari.

Analis ANZ mengatakan dalam sebuah catatan, mereka akan memantau penggunaan bensin saat Belahan Bumi Utara memasuki musim panas, yang biasanya merupakan musim ramai untuk liburan mengemudi.

"Meskipun perjalanan liburan ke AS diperkirakan akan mencapai titik tertinggi pasca-Covid, peningkatan efisiensi bahan bakar dan kendaraan listrik dapat menyebabkan permintaan minyak tetap lemah," kata para analis. Namun mereka menambahkan hal itu bisa diimbangi dengan meningkatnya perjalanan udara.

Pasar juga akan mengamati indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS minggu ini untuk mencari sinyal lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga. Indeks tersebut, yang akan dirilis pada tanggal 31 Mei, dilaporkan merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve AS.

Brent berakhir pekan lalu sekitar 2 persen lebih rendah dan WTI kehilangan hampir 3 persen dalam seminggu setelah risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan beberapa pejabat bersedia untuk memperketat suku bunga lebih lanjut jika mereka yakin hal itu perlu untuk mengendalikan inflasi yang terus-menerus.

Prospek kenaikan suku bunga jangka panjang telah memperkuat dollar AS, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.