PBB Serukan Peran Afrika dalam Arsitektur Perdamaian

Sabtu, 25 Mei 2024, 00:55 WIB

NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Kamis (23/5), mengatakan ada kebutuhan untuk memasukkan partisipasi dan kepemimpinan Afrika dalam arsitektur perdamaian dan keamanan global.

Guterres mengatakan setelah Perang Dunia II, mekanisme tata kelola global, termasuk Dewan Keamanan PBB, dirancang oleh negara-negara terkuat ketika banyak negara Afrika masih dalam proses melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Sejak saat itu, dunia telah berubah, namun lembaga-lembaga global belum melakukan perubahan.

Ket. Foto: Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan di markas PBB di New York, Kamis (23/5). — Sumber: ANTARA/XINHUA/HANDOUT PBB

"Saat ini, negara-negara Afrika terus ditolak untuk mendapatkan kursi di meja perundingan, termasuk di dewan ini. Dampak dari kesenjangan struktural ini terlihat dengan jelas," ujar Guterres dalam debat terbuka Dewan Keamanan mengenai penguatan peran Afrika guna mengatasi tantangan keamanan dan pembangunan global.

Seperti dikutip dari Antara, Guterres mengatakan Afrika berhak untuk bersuara dalam arsitektur perdamaian dan keamanan global. Namun, memperkuat suara Afrika hanya dapat dilakukan apabila negara-negara Afrika dapat berpartisipasi dalam struktur tata kelola global dengan kedudukan setara.

"Ini harus mencakup upaya untuk mengatasi kurangnya perwakilan tetap Afrika di Dewan Keamanan. Dan ini harus mencakup reformasi arsitektur keuangan global, khususnya penanganan utang, sehingga negara-negara Afrika memiliki dukungan yang mereka perlukan untuk bergerak naik dalam hal pembangunan," kata Guterres.

Dia mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Masa Depan (Summit of the Future) yang dijadwalkan digelar pada September mendatang akan menjadi kesempatan untuk membahas isu-isu tersebut.

Terjebak Konflik

Guterres menekankan perlunya menciptakan perdamaian di Afrika karena ada terlalu banyak warga Afrika yang terjebak dalam konflik atau hidup di tengah ancaman terorisme dan ekstremisme berbalut kekerasan yang tak ada habisnya di komunitas mereka.

Kemitraan PBB dengan Afrika didasarkan pada persepsi yang jelas bahwa badan dunia tersebut harus bekerja sama dengan Uni Afrika (UA) berdasarkan prinsip solusi yang dipimpin oleh Afrika untuk permasalahan Afrika. PBB sepenuhnya mendukung upaya perdamaian di Afrika melalui inisiatif utama UA, yakni inisiatif Membungkam Senjata (Silencing the Guns).

Uni Afrika dan PBB akan terus bekerja sama untuk meredakan konflik sebelum eskalasi terjadi, menangani konflik secara efektif ketika konflik terjadi, dan membangun perdamaian berkelanjutan ketika konflik dapat terselesaikan.

"Perdamaian merupakan kunci untuk meraih masa depan Afrika, demi masyarakat Afrika sendiri serta untuk memperkuat suara dan pengaruh benua itu dalam membangun perdamaian di seluruh dunia. Perdamaian bergantung pada kepemimpinan Afrika," kata Guterres.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.