Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Produksi, Kementan Kerja Sama Teknologi Pertanian dengan Lembaga Riset di Tiongkok

📅 Kamis, 23 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Produksi, Kementan Kerja Sama Teknologi Pertanian dengan Lembaga Riset di Tiongkok Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menjalin kerja sama dengan lembaga riset National Rice Research Institute (CNRRI), di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (22/5/2024).

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama denganNational Rice Research Institute(CNRRI), lembaga riset padi terbesar di Tiongkok, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, demi memastikan ketersediaan pangan di tanah air.

"Adapun tujuan utama kerja sama ini adalah peningkatan produksi dan produktivitas, dengan memastikan peningkatan hasil panen melalui teknologi dan inovasi terbaru," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Hangzhou, Tiongkok, Rabu, sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Amran menyampaikan bahwa kerja sama tersebut juga untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dengan memperbaiki pola tanam sehingga lebih efisien dan berkelanjutan.

"Selanjutnya tentang upaya penurunan biaya produksi untuk mengurangi biaya hingga 40-60 persen melalui teknologi alat dan mesin pertanian dan metode baru," kata Amran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok National Rice Research Institute (CNRRI), lembaga riset padi terbesar di Tiongkok yang berdiri sejak tahun 1981. Kunjungan ini menandai langkah awal kerja sama strategis dalam teknologi pertanian antara Indonesia dan Tiongkok.

Menurut Amran, CNRRI dikenal sebagai pusat riset terkemuka yang memainkan peran kunci dalam mengkoordinasikan program penelitian padi tingkat nasional dan global.

"Lembaga ini telah menghasilkan berbagai varietas padi unggul yang resisten terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap cekaman lingkungan, dan menggunakan teknologi ramah lingkungan serta hemat biaya," ujar Amran.

Dalam beberapa dekade terakhir, lanjut Amran, CNRRI telah menciptakan terobosan penting, termasuk pengembangan varietas padi hibrida dengan produktivitas rata-rata mencapai 9,7 ton per hektare.

Selain itu, kata Amran, CNRRI juga memanfaatkan teknologi pertanian presisi seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem mekanisasi modern yang terintegrasi, yang sangat meningkatkan efisiensi pertanian.

"Kerja sama yang diinisiasi oleh Indonesia ini disambut baik oleh CNRRI dan difokuskan pada beberapa area penting, yakni peningkatan kualitas benih dengan mengembangkan benih yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan," ungkap Amran.

Selanjutnya adalah teknologi pertanian modern dengan mengaplikasikan teknologi digital (AI) dan alat mesin pertanian modern seperti mesin pembibitan otomatis, transplanter, drone, combine harvester, dan RMU.

Mentan menambahkan bahwa kerja sama itu tidak hanya untuk menjamin kecukupan pangan di kedua negara, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan global.

Dengan memadukan keahlian dan teknologi dari CNRRI, lanjut Amran mengatakan diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pertanian yang berkelanjutan di masa depan.

"Kementerian Pertanian optimis bahwa inisiatif ini akan membuka jalan bagi inovasi baru dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia, serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok dalam bidang pertanian," imbuh Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.