Ekonomi Harus Tumbuh Berkelanjutan

Rabu, 22 Mei 2024, 06:00 WIB

JAKARTA - Perekonomian Indonesia harus tumbuh secara berkelanjutan guna mencapai visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, diperlukan perencanaan jangka panjang dan realisasi investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara ini.

"Pertumbuhan yang berkelanjutan, itu hal yang penting. Pertumbuhan tidak bisa diwujudkan hanya demi pertumbuhan. Itu harus berkelanjutan. Jika tidak, hal ini akan menyebabkan distorsi dan kerentanan yang luas," kata Chief Economist DBS Bank, Taimur Baig, di sela-sela acara "DBS Asian Insights Conference 2024" di Jakarta, Selasa (21/5).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dia mengingatkan jika pertumbuhan ekonomi dipaksakan terjadi terlalu cepat di luar kapasitas yang dimiliki oleh suatu negara, hal tersebut akan menimbulkan distorsi makroekonomi yang luas. Permasalahan yang akan muncul mulai dari peningkatan impor dan pelebaran defisit transaksi berjalan yang signifikan, peningkatan inflasi, overheating di pasar aset, properti, gelembung ekuitas, dan sebagainya, yang pada gilirannya dapat menciptakan masalah stabilitas keuangan.

"Jika kita berpikir tentang krisis Asia pada tahun 90-an, kurang lebih itulah yang terjadi," ujar Baig.

Indonesia menargetkan ekonomi dapat tumbuh mencapai rata-rata 7 persen, bahkan 8 persen pada 2045. Baig mengatakan upaya jangka panjang yang sangat besar dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut melalui pembangunan infrastruktur serta investasi pada sumber daya manusia guna menghasilkan angkatan kerja berkualitas.

Komitmen bersama untuk mencapai angka pertumbuhan tersebut diperlukan tidak hanya dalam satu periode pemerintahan, melainkan hingga dekade-dekade ke depan. Komitmen tersebut, kata Baig, harus dipegang oleh seluruh spektrum politik dan pelaku ekonomi.

Kemudian, berbagai kebijakan yang ramah investor dan kebijakan yang mendukung pendidikan berkualitas juga diperlukan untuk mencapai cita-cita Indonesia di tahun 2045.

Adapun Indonesia telah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 guna mewujudkan visi "Indonesia Emas 2045". Transformasi ekonomi 2045 untuk Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan 9,8 triliun dolar AS dengan Indonesia berada di posisi 5 besar dunia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga telah menyusun beberapa tahapan menuju transformasi ekonomi Indonesia 2045. Indonesia diharapkan dapat menjadi negara dengan pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju sehingga dapat keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.

Peningkatan Kualitas SDM

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan pemerintah berupaya mengejar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami ingin meningkatkan SDM. Inilah mengapa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengeluarkan 20 persen untuk pendidikan," kata Suahasil.

Pada APBN 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar 665,02 triliun rupiah untuk sektor pendidikan. Adapun untuk tahun depan, pagu yang direncanakan lebih tinggi dibandingkan anggaran tahun ini, yakni sebesar 708,2-741,7 triliun rupiah.

Selain melalui pendidikan, peningkatan kualitas SDM juga dilakukan melalui sektor kesehatan. Nilai pagu anggaran bidang kesehatan pada APBN 2024 ditetapkan sebesar 185,2 triliun rupiah. Sementara anggaran kesehatan tahun 2025 diperkirakan berkisar 191,5-217,8 triliun rupiah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.