Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR diminta utamakan keselamatan saat operasi banjir lahar Marapi

📅 Senin, 20 Mei 2024, 16:00 WIB | Oleh:
Tim SAR diminta utamakan keselamatan saat operasi banjir lahar Marapi Doc: ANTARA FOTO/Givo Alputra
Ket. Arsip Foto- Petugas SAR melakukan pencarian korban banjir lahar dingin Gunung Marapi di Manunggal, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (13/5/2024).

Jakarta - Petugas tim pencarian dan pertolongan (SAR) diminta untuk mengutamakan keselamatan diri selama melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan korban banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat.

"Jaga kesehatan dan selalu memakai alat pelindung diri dan kekompakan di lapangan, pokoknyasafety first, zero accidentdan tetap semangat," kata Direktur Operasi Basarnas Edy Prakoso di konfirmasi dari Jakarta, Senin.



Menurut dia, menjaga keselamatan diri menjadi pesan khusus yang diberikan kepada para petugas SAR karena mereka sudah ada di lapangan dengan segala tantangan alamnya sejak bencana melanda pada 11 Mei 2024 lalu.

Basarnas mengkonfirmasi saat ini total ada 91 petugas mereka berasal dari Kantor SAR Padang, Mentawai, Jambi, Pekanbaru, dan Basarnas Spesial Grup (BSG) Jakarta yang dikerahkan ke lokasi bencana di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang.

Sejak saat itu hingga hari ini, menurut dia, puluhan petugas SAR terus bekerja mencari sejumlah korban yang masih hilang, bersama potensi SAR lainnya terdiri atas BNPB, TNI, Tagana Kementerian Sosial, Polri, dan relawan.



Data terakhir pada hari ke-9 operasi SAR tercatat total korban meninggal dunia ada sebanyak 61 orang, dan sisa korban yang masih dalam pencarian ada 11 orang dari sebelumnya sebanyak 20 orang.

Menurut dia, saat ini tim SAR sudah mulai bergerak menyusuri aliran sungai-perbukitan sejauh belasan kilometer dari pemukiman penduduk yang dilanda bencana untuk menemukan para korban hilang.

Wilayah jangkauan tersebut meliputi Muaro Sijunjung (Sijunjung), Nagari Tanjung Ameh (Tanah Datar), Nagari Sungai Jambu (Pariangan, Tanah Datar), Nagari Panti Jao (Pasaman).



"Kami terus berusaha melakukan yang terbaik untuk menemukan korban. Untuk itu, saya masih berada di Posko Utama Tanggap Darurat di Batusangkar, Tanah Datar memonitor langsung operasi pencarian dan sekaligus menyiapkan kunjungan RI 1," kata dia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.