Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Lahar Dingin Marapi, Sumbar Butuh 150 Sabo Dam

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 09:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Lahar Dingin Marapi, Sumbar Butuh 150 Sabo Dam Doc: Antara/Igoy el Fitra
Ket. Tim SAR gabungan bersama masyarakat menyusuri sungai mencari korban banjir lahar Marapi di Lembah Anai, Tanah Datar, Sumbar, Sabtu (18/5).

PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyebut idealnya dibutuhkan sekitar 150 unit sabo dam untuk mengantisipasi potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin yang membawa material batu dan kayu dari lereng Gunung Marapi.

"Sabo dam itu untuk menahan batu-batu besar serta kayu/pohon yang terbawa arus dari lereng Gunung Marapi," katanya di Padang, Minggu (19/5).

Audy mengatakan berdasarkan informasi dari Kepala BMKG,Dwikorita Karnawati saat meninjau bencana di Sumbar, satu aliran sungai yang berhulu ke Marapi butuh enam sabo dam untuk bisa meredam potensi banjir dan banjir bandang lahar dingin.

Sementara jumlah aliran sungai yang berhulu ke Marapi dan berpotensi banjir dan banjir bandang ada sekitar 25 sungai, sehingga idealnya butuh 150 sabo dam.

"Sekarang kita di Sumbar cuma punya dua check dam, bukan sabo dam. Karena untuk kebutuhan, itu memang masih sangat kurang," katanya.???????

Audy menilai jika dibandingkan dengan kondisi aliran sungai Gunung Merapi di Yogyakarta yang memiliki sekitar 272 sabo dam, kondisi di Sumbar memang masih jauh dari ideal.

"Namun, kita berterima kasih ,karena Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR sudah merencanakan tahun ini dibangun sekitar 12 sabo dam pada enam aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi," katanya.

Ia menilaiKementerian PUPR benar-benar serius untuk membantu penanggulangan bencana banjir dan banjir bandang lahar dingin di Sumbar.

Ia berharap ke depan jumlah sabo dam pada aliran sungai yang memiliki potensi bencana itu bisa terus ditambah, sehingga benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.???????

Sabo dam merupakan bangunan dam atau bangunan dengan pelimpas yang tujuannya untuk mencegah bahaya banjir lahar gunung berapi.

Selain sebagai pengendali lahar, sabo dam juga bermanfaat untuk mencegah bahaya longsor, menahan bebatuan dan kayu yang dibawa arus banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.