Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Usulkan Reklasifikasi Ganja Sebagai Obat Berisiko Rendah

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Usulkan Reklasifikasi Ganja Sebagai Obat Berisiko Rendah Doc: AFP/ALEX WONG/GETTY IMAGES
Ket. Sejak 1970, ganja di As telah diklasifikasikan sebagai obat 'Golongan I' bersama dengan heroin, ekstasi, dan LSD, yang berarti ganja dianggap tidak dapat digunakan secara medis dan memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi.

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada Kamis (16/5) secara resmi mengusulkan untuk mengklasifikasi ulang ganja sebagai obat yang tidak terlalu berbahaya, sebuah perubahan bersejarah yang akan membuat kebijakan federal sejalan dengan opini publik.

"Tidak seorang pun boleh dipenjara hanya karena menggunakan atau memiliki ganja. Titik," kata Biden dalam pernyataan video.

"Terlalu banyak kehidupan yang berubah karena pendekatan yang gagal terhadap ganja dan saya berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan tersebut."

Sejak 1970, ganja telah diklasifikasikan sebagai obat golongan I berdasarkan Controlled Substances Act (CSA) - setara dengan heroin, ekstasi, dan LSD. Artinya obat tersebut dianggap tidak memiliki kegunaan medis yang dapat diterima dan memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi.

Namun berdasarkan proposal tersebut, ganja akan diturunkan peringkatnya menjadi obat Golongan III, dan menempatkannya bersama obat-obatan seperti ketamin dan obat penghilang rasa sakit yang mengandung kodein, yang dianggap memiliki kemungkinan ketergantungan sedang hingga rendah.

Hal ini tidak akan menjadikannya legal, namun dapat mengurangi penangkapan di tingkat federal.

Proposal untuk mengklasifikasi ulang ganja diumumkan oleh pemerintahan Biden pada akhir April dan Departemen Kehakiman secara resmi meluncurkan prosesnya pada hari Kamis.

Ganja akan tetap menjadi zat yang dikontrol sampai prosesnya selesai - mencakup periode komentar publik dan kemungkinan sidang di hadapan hakim.

Pada 2022, Biden menjadi presiden pertama yang memulai tinjauan federal terhadap kebijakan ganja.

Masa Lalu yang Rasis

Permasalahan ini dipandang sebagai potensi pemenang suara bagi Biden ketika ia menghadapi Donald Trump dari Partai Republik pada November ini, terutama di kalangan generasi muda.

Survei Pew Research Center mengungkap 88 persen orang Amerika percaya bahwa ganja harus legal untuk penggunaan medis atau rekreasi. Hanya 11 persen yang mengatakan tidak legal sama sekali.

Ganja pertama kali dilarang di tingkat federal pada 1937, sebuah keputusan yang menurut para kritikus diambil berdasarkan gagasan rasis, karena narkoba dianggap terkait erat dengan musik jazz, komunitas kulit hitam, dan imigran Meksiko.

Pada tahun 1970-an terjadi "Perang Melawan Narkoba," yang juga berdampak besar terhadap kelompok minoritas - sebelum gerakan ganja medis berakar pada tahun 1990-an. Pada 2012, negara bagian AS mulai melegalkan ganja rekreasional untuk orang dewasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

42 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.