Menhub tekankan pentingnya pembaruan di sekolah BPSDM Perhubungan
Kamis, 16 Mei 2024, 22:52 WIBJakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya pembaruan di sekolah yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
"Pembaruan diperlukan karena masih terjadi tradisi kekerasan di lingkungan sekolah. Ke depan, kami akan membuat BPSDMP dan Poltrada yang baru dan jauh lebih baik lagi," kata Menhub, di hadapan sivitas akademika Politeknik Transportasi Darat (Poltrada), di Bali, Kamis.
Menhub menjelaskan, tradisi kekerasan di lingkungan sekolah bisa hilang apabila dilakukan perubahan pola pengasuhan yang lebih humanis.
Selain itu, penggunaan sebutan sehari-hari juga perlu diubah, seperti halnya dari taruna, resimen, kompi, senior-junior, menjadi mahasiswa, kelas, kelompok, kakak-adik, mas, abang, atau uda.
"Perubahan pemakaian seragam dan atribut juga perlu dilakukan, sehingga tidak terkesan eksklusif. Yang tak kalah penting juga pada kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan, di mana kegiatan akademik dilakukan pada Senin sampai Kamis serta pengembangan karakter dan soft skill pada Jumat sampai Minggu. Ekstrakurikuler yang memicu tindak kekerasan akan dilarang," ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta.
Lebih lanjut, Menhub juga menjelaskan bahwa diperlukan karakter dan dan skill baru untuk menciptakan pemimpin masa depan di bidang transportasi. Karena itu, dibutuhkan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai kemanusiaan, teknologi, dan digital.
Setidaknya, ada 10 teknologi yang menurut Menhub perlu dipelajari oleh para mahasiswa di Poltrada dan sekolah-sekolah lain di bawah naungan Kemenhub. Di antaranya meliputi: AI, Bioteknologi, Cybersecurity, Quantum Computing, Edge Computing, Machine Learning, IoT, Blockchain, 5G Technology, dan Extended Reality.
"Semoga reformasi ini dapat mencetak insan perhubungan yang berkarakter dan berorientasi pada pelayanan masyarakat," kata Menhub lagii.
Menhub juga memberikan beasiswa kepada Kadek Anandita Pradnya yang merupakan adik dari almarhum Putu Satria Ananta Rustika, siswa STIP yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Penyerahan beasiswa ini disaksikan langsung oleh kedua orangtua Kadek Anandita.
Kepada Menhub, Kadek Anandita pun menyampaikan keinginannya untuk mengenyam bangku kuliah di Jakarta setelah lulus SMA. "Saya ingin ke Jakarta, Pak," kata Kadek, seperti disampaikan Menhub.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Arif
Berita Terkait:
-
Italian Open: Sinner Melaju Mulus Jumpa Rublev di Perempat Final, Zverev Tersingkir
-
Cara Cek Status PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Pakai NIK dan NISN
-
Tak Mau Tertinggal, Palangka Raya Andalkan AI untuk Rebut Peluang Ekonomi
-
Pemkab Kepulauan Seribu Gelar Pelatihan Selam di Pulau Pramuka
-
Yak Putih: Permata Atap Dunia yang Menjaga Denyut Kehidupan Himalaya
-
Pemprov Banten Lestarikan Legenda Daerah Lewat Festival Bertutur Cerita Rakyat
-
Tayang di Bioskop 25 Juni, Film "Tanah Runtuh" Garapan Rudi Soedjarwo Bercerita tentang Kehilangan dan Harapan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.