Cegah Pelanggaran, Pemkot Ambon Gencarkan Sosialisasi Netralitas ASN Jelang Pilkada

Rabu, 15 Mei 2024, 00:02 WIB

Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggencarkan sosialisasi menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

"Kegiatan sosialisasi ini digelar dalam rangka mewujudkan netralitas ASN pada Pemilukada sesuai Surat Edaran No. 01/2023 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas ASN dalam Penyelenggaraan Pemilihan umum dan Pilkada, " kata Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Ambon, Selasa.

Ia menyatakan, dalam surat edaran jelas bahwa mewujudkan netralitas ASN, baik yang berstatus PNS maupun non-PNS, maka setiap kepala daerah wajib melakukan pembinaan dan pengawasan netralitas ASN melalui sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi ini bukan baru sekali dilaksanakan tetapi sudah berkali -kali sebelum menghadapi pemilu serentak, pada Februari 2024.

Hasil pengawasan hanya ditemukan satu ASN yang melakukan pelanggaran dari sekian ribu ASN yang ada di kota Ambon.

"Jadi Sosialisasi ini harus dilakukan berkali-kali dan di akhir kepemimpinan saya lakukan, dan nantinya akan diteruskan oleh pejabat Wali Kota Ambon selanjutnya," katanya.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN mengamanatkan, ASN memiliki asas netralitas dan disebutkan bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

ASN pun diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

"Karena itu mari kita gunakan saja hak pilih jangan gunakan kesempatan dalam politik. Ini momentum yang tepat bagi saya untuk menyampaikan tugas kita menjelang Pilkada 2024," katanya.

Pihaknya berharap dari sosialisasi yang dilaksanakan, akan membuka wawasan ASN tentang asas netralitas ASN sehingga dapat lebih berhati-hati, terutama dalam berinteraksi di media sosial.

Dirinya menambahkan, dengan tetap menjaga netralitas, maka ASN tidak ada beban, saat pemimpin definitif kota ini dilantik.

"Jadi lebih baik kita netral saja. Pemimpin yang baik tidak mungkin menghukum ASN yang netral," kata Bodewin.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.