Dokter Spesialis Ini Beri Saran Istirahat yang Cukup Kurangi Risiko Terserang Lupus
Selasa, 14 Mei 2024, 00:05 WIBJakarta - Dokter spesialis penyakit dalam-konsultan reumatologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr RM Suryo Anggoro KW, SpPD-KR, menganjurkan individu yang berisiko terserang lupus secara genetik, meluangkan waktunya untuk istirahat.
"Faktor yang berkaitan dengan perubahan dari yang tadinya tidak ada sakit menjadi sakit pada anggota keluarga lupus ini, salah satunya adalah istirahat yang cukup," kata Suryo dalam seminar RSCM terkait Lupus yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Dokter pun menganjurkan istirahat yang cukup, karena sebuah penelitian ilmiah menunjukkan keterkaitan yang kuat antara tidur kurang dari tujuh jam dengan risiko tinggi terserang lupus di kemudian hari pada individu yang berisiko secara genetik.
Selain waktu istirahat yang kurang, kebiasaan merokok juga menjadikan risiko terserang lupus lebih tinggi pada individu yang berisiko secara genetik. Sehingga dokter pun menganjurkan kebiasaan merokok segera dihentikan.
Mengutip dari web Kementerian Kesehatan, terdapat tiga langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya lupus, terutama pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan lupus, yakni:
1. Pemeriksaan Teratur: Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan memantau kondisi tubuh secara berkala dapat membantu mendeteksi dini tanda-tanda lupus.
2, Pola Hidup Sehat: Menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, mengelola stres, dan menjaga kebersihan diri dapat membantu mempertahankan kesehatan tubuh dan mengurangi risiko terjadinya lupus.
3. Penghindaran Pemicu: Menghindari faktor pemicu yang dapat memicu gejala lupus seperti sinar matahari berlebihan, infeksi, dan obat-obatan tertentu juga dapat membantu mengurangi risiko serangan lupus.
Lupus yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang memengaruhi organ tubuh.
Penting berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang akurat, penanganan yang tepat, dan informasi lebih lanjut tentang penyebab, gejala, pengobatan, pencegahan, dan komplikasi lupus. Setiap kasus lupus dapat bervariasi, dan pengelolaan kondisi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Genap 10 Tahun, Le Eminence Puncak Tebar Promo Menginap Hingga Aksi Sosial
-
Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
-
Liga Champions 2026/27 Dimulai, PSG Bidik Sejarah Hat-Trick Gelar
-
Ada Apa dengan Es Kutub? Ilmuwan Bakal Survei Pesisir Antarktika
-
Nepal Tuntut Kompensasi Iklim dari Negara Penghasil Emisi Terbesar
-
36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Diperpanjang, DPR Siap Bahas dengan Pemerintah
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.