Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danau Kawah Gunung Dempo Berubah Warna, Tim Gunung Api: Masih Status Waspada

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danau Kawah Gunung Dempo Berubah Warna, Tim Gunung Api: Masih Status Waspada Doc: X/@PVMBG_
Ket. Kondisi kawah gunung Dempo Pagaralam, Sumsel, Sabtu (11/5/2024).

PALEMBANG -Ketua Tim Gunung Api Indonesia Heruningtyas Desi Purnamasari mengungkapkan Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), masih berstatus Waspada karena terjadi fenomena perubahan warna danau di kawah gunung tersebut.

"Kami masih menetapkan status Waspada, Level II, di Gunung Dempo untuk mengantisipasi adanya erupsi freatik yang bersifat tiba-tiba," kata Heruningtyas Desi saat dikonfirmasi di Palembang, Sabtu (11/5).

Ia menjelaskan awal mula danau kawah Gunung Dempo berubah warna. Pada 8 Mei 2024 melalui pantauan CCTVwarna danau tersebut masih seperti biasa hijau toska. Kemudian pada 9 Mei, keesokan harinya, terpantau berubah menjadi abu-abu dan cokelat muda.

Hal itu disebabkan oleh kandungan kimia Gunung Dempo karena curah hujan tinggi di puncak gunung dan adanya peningkatan suhu.

Selain berubah warna, kata dia, juga terpantau adanya asap putih dengan intensitas tipis di puncak Gunung Dempo.

Warna kawah berubah juga pernah terjadi di Gunung Batur karena arus konveksi yang menyebabkan material dasar kawah danau terangkat seperti diaduk, yakni arus konveksi berkaitan dengan temperatur yang lebih tinggi naik ke atas, kemudian suhu di atasnya yang rendah berada di bawah keadaannya seperti berputar yang menyebabkan material berubah menjadi warna coklat tanah.

Ia menambahkan saat ini terjadi gempa-gempa di kawasan Gunung Dempopada permukaan dangkal, contohnya adanyalowfrekuensi gempa vulkanik dalam dan juga tektonik. Namun yang masih secara intens tremordengan amplitudo dominan sebesar 0,5 milimeter.

"Kami mengarahkan ke masyarakat, pendaki, ataupun wisatawan, untuk tidak melakukan aktivitas pendakian mendekati, bahkan radius satu kilometer dan arah bukaan kawah atau sisi utara sejauh dua kilometer," katanya.

Menurutnya, kawah pusat letusan terdapat gas berbahaya dan kebanyakan mengandung racun serta bahaya saat terhisap. Pihaknya juga akan melakukan modernisasi alat pemantauan di Gunung Dempo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.