Eropa Alami Epidemi Batuk Rejan

Jumat, 10 Mei 2024, 02:18 WIB

LONDON - Negara-negara di Eropa melaporkan peningkatan besar kasus batuk rejan pada tahun 2023 dan tiga bulan pertama tahun 2024, dengan jumlah kasus yang teridentifikasi 10 kali lebih banyak dibandingkan dua tahun sebelumnya.

"Secara total, terdapat hampir 60.000 kasus yang dilaporkan oleh negara-negara Uni Eropa dan Kawasan Ekonomi Eropa antara Januari 2023 hingga April 2024," lapor Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa pada Rabu (8/5).

Ket. Foto: Epidemi Batuk Rejan l Seorang staf medis sedang memeriksa pasien di sebuah pusat kesehatan di Zagreb, Kroasia, beberapa waktu lalu. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa pada Rabu (8/5) melaporkan bahwa kawasan Eropa saat ini sedang mengalami peningkatan besar kasus batuk rejan. — Sumber: AFP/Denis LOVROVIC

Sejauh ini terdapat laporan 19 kematian yang terdiri 11 kematian pada bayi dan delapan kematian pada orang dewasa lansia dalam epidemi ini, imbuh badan tersebut.

Batuk rejan, juga dikenal sebagai pertusis, adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan saluran pernapasan, dan merupakan penyakit endemik di Eropa. Infeksi ini bisa sangat berbahaya bagi bayi kecil atau orang tua. SB/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.