Rupiah Diperkirakan Bergerak Datar terhadap Dollar AS
Selasa, 07 Mei 2024, 10:47 WIBJAKARTA - Analis pasar mata uang Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Selasa (7/5), bergerak datar di tengah absennya data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.
"Dollar AS masih berkonsolidasi setelah koreksi tajam di sesi sebelumnya," kata dia di Jakarta, Selasa (7/5).
Menurut dia, dollar AS mengalami koreksi tajam setelah Presiden Federal Reserve (The Fed) Thomas Barkin dan Presiden Fed New York John William memberikan pernyataan dovish. Mereka mengatakan bahwa apabila suku bunga saat ini sudah sesuai, sehingga tidak butuh dinaikkan kembali.
"Data manufaktur yang masih lemah serta tenaga kerja yang sudah mulai mendingin (menjadi latar belakang mengapa mereka mengeluarkan pernyataan dovish)," ungkapnya.
Seperti diketahui, data PMI (Purchasing Managers' Index) Manufaktur ISM AS pada April 2024 hanya mencapai angka aktual 49,2, lebih rendah dari perkiraan sebesar 50,0 atau dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 50,3.
Begitu pula dengan data NFP bulan April 2024 yang hanya mencapai angka aktual 175 ribu, lebih rendah dari dugaan sebesar 238 ribu atau dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 315 ribu.
Meninjau dari faktor domestik, Data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang baru dilaporkan Badan Pusat Statistik pada Senin (6/5) sedikit membantu dalam menahan pelemahan rupiah. Namun, untuk saat ini faktor eksternal dolar AS lebih mendominasi pergerakan rupiah.
"Nilai tukar rupiah pada hari ini berkisar Rp16.000-Rp16.100 per dollar AS," ujar Lukman.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
Berniat Segarkan Badan dari Panas Ekstrem, 10 Orang Justru Tewas Tenggelam di Jerman
-
Kampanye Hidup Sehat bagi Masyarakat di Ambon
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.