Lando Norris Perpanjang Kontrak McLaren hingga 2030, Ingin Akhiri Karier di Woking

Minggu, 30 Agu 2026, 06:35 WIB

LONDON – Juara dunia Formula 1, Lando Norris, resmi memperpanjang kontraknya bersama McLaren hingga setidaknya akhir musim 2030. Pembalap Inggris berusia 26 tahun itu bahkan mengaku terbuka untuk menghabiskan seluruh kariernya bersama tim yang telah dianggapnya sebagai rumah sendiri.

Norris mengumumkan perpanjangan kontrak tersebut kepada para karyawan McLaren dalam acara friends and family day di pabrik tim di Woking, Sabtu.

Ket. Foto: Lando Narris. — Sumber: Formula 1

McLaren juga mengonfirmasi adanya opsi kontrak selama beberapa tahun setelah 2030. Kesepakatan baru itu menegaskan komitmen jangka panjang Norris bersama tim yang membawanya menjadi juara dunia.

Sebagai bagian dari perayaan tersebut, Norris bahkan mendapatkan hadiah mobil MCL39 yang digunakannya musim lalu, ketika ia berhasil menjadi pembalap McLaren pertama yang merebut gelar juara dunia sejak Lewis Hamilton pada 2008.

Sebelumnya kepada wartawan, Norris mengatakan perpanjangan kontrak datang pada waktu yang tepat untuk menjaga moral dan motivasi tim. Namun, ia juga membantah spekulasi mengenai besaran gaji yang beredar di media.

“Saat ini tidak ada alasan bagi saya untuk memikirkan tim lain. Saya ingin seluruh karier saya bersama McLaren karena saya bahagia di sini dan tidak ingin berubah,” ujar Norris.

Norris menegaskan keinginannya untuk tetap bersama McLaren dalam kondisi apa pun, baik ketika tim mengalami masa sulit maupun saat berada di puncak kesuksesan.

“Saya ingin berjuang bersama McLaren bahkan ketika keadaan tidak berjalan baik, dan saya ingin menang bersama McLaren ketika semuanya berjalan luar biasa. Jadi, saya akan sangat, sangat bahagia jika di akhir karier nanti bisa mengatakan bahwa McLaren adalah satu-satunya tim yang pernah saya bela.”

Norris bergabung dengan McLaren pada 2017 sebagai pembalap penguji dan simulator sebelum menjalani debut Formula 1 pada 2019.

Sejak itu, ia berkembang menjadi salah satu pembalap terdepan di grid. Norris kini telah mengoleksi 13 kemenangan Grand Prix dan 18 pole position bersama McLaren, yang berstatus juara konstruktor bertahan.

Bos tim McLaren, Andrea Stella, menyambut perpanjangan tersebut sebagai bentuk kontinuitas sekaligus bukti kepercayaan terhadap proyek tim.

“Perpanjangan ini memberikan kontinuitas penting dan memperkuat kepercayaan kami terhadap arah yang sedang kami tempuh bersama. Bersama dia dan Oscar (Piastri), kami tahu kami tidak hanya memiliki salah satu pasangan terkuat, tetapi juga salah satu tim paling bersatu dan kompak di Formula 1,” kata Stella.

Perpanjangan kontrak Norris juga memunculkan spekulasi mengenai nilai gajinya.

Sejumlah laporan media menyebut kesepakatan baru tersebut berpotensi membuat Norris menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi ketiga di Formula 1, hanya di bawah Max Verstappen dari Red Bull dan Lewis Hamilton dari Ferrari.

Bahkan, ada laporan yang menyebut gaji tahunan Norris bisa mencapai sekitar 60 juta euro atau sekitar 1,1 triliun rupiah.

Ketika ditanya mengenai angka tersebut, Norris menanggapinya sambil bercanda.

“Saya merasa seharusnya mendapatkan sebanyak itu,” katanya sambil tersenyum.

Namun, Norris kemudian menegaskan bahwa angka yang sebenarnya tidak mendekati nominal yang ramai diberitakan.

“Tentu saja nilainya sedikit lebih besar, seperti halnya pekerjaan apa pun ketika Anda memperpanjang kontrak. Tetapi tentu tidak mendekati level Lewis atau Max. Dalam satu sisi memang seharusnya begitu karena saya belum mencapai sebanyak yang telah mereka capai dalam karier mereka.”

Verstappen telah mengoleksi empat gelar juara dunia, sedangkan Hamilton merupakan pemilik tujuh gelar dunia.

“Saya sedang mengusahakannya. Saya tidak tahu kapan perpanjangan atau pembaruan kontrak berikutnya. Mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa menyamai mereka. Saya bermimpi melihat angka-angka yang saya lihat secara online itu, jadi saya akan terus memimpikannya,” kata Norris.

Norris mengakui sempat ada ketertarikan dari tim lain. Namun, menurutnya, tidak ada tawaran yang benar-benar membuatnya mempertimbangkan meninggalkan McLaren.

Bagi Norris, pindah ke tim lain justru terasa seperti mengkhianati hubungan yang telah terbangun bersama McLaren.

“Sejujurnya, ini adalah keputusan termudah yang pernah saya buat dalam karier sejauh ini,” ujarnya.

Dengan kontrak hingga 2030 dan opsi untuk memperpanjang lebih jauh, Norris kini memiliki peluang besar untuk mencatatkan seluruh perjalanan karier Formula 1-nya bersama satu tim.

Bagi McLaren, kesepakatan tersebut juga menjadi fondasi penting untuk mempertahankan duet Norris dan Oscar Piastri sekaligus melanjutkan ambisi mereka mendominasi Formula 1 dalam beberapa tahun mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.